Warga Korban WKO mendesak WKO dikeringkan

Caping--Grobogan(Jum'at, 24/8). Sejumlah warga dari kabupaten Sragen dan Boyolali menggeruduk pintu air waduk Kedungombo jum'at pagi. Mereka adalah korban pembangunan WKO 30 tahun lalu. Sebanyak 300-an warga korban pembangunan WKO dari 2 kabupaten ini direncanakan akan meng
gelar aksi menuntut dikeringkannya WKO. Tapi di tengah perjalanan rombongan yang dari desa Gilirejo dihadang petugas militer dan polisi. Mereka diminta putar arah dan pulang ke tempat masing-masing. Alasannya, aksi yang sedianya dilakukan hari itu tidak berijin. Alhasil hanya 10 orang yang diijikan melanjutkan aksinya di pintu air WKO. 

Aksi di depan bendungan hanya berjalan sebentar karena pengamanan petugas yang ketat. Pendemo akhirnya bergeser ke kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana yang tidak jauh dari bendungan. Di sini para pendemo diterima oleh petugas pelaksana operasi WKO Sabar Santoso juga perwakilan BBWS Pemali Juana Purwanto. 

Dalam aksi ini disampaikan bahwa baru 5000 orang yang telah direlokasi. Sisanya masih banyak yang belum direlokasi dan bahkan ada yang masih hidup di lahan sabuk hijau. Pendemo menuntut agar segera mereka yang belum mendapat relokasi dan pemerintah memberikan kompensasi karena selama 30 tahun warga tidak bisa mencarinafkah setelah tanahnya digenangi air sejak 1990. Sebelum tuntutan pendemo dipenuhi, mereka meminta WKO untuk dikeringkan. Pendemo mendesak agar dibukanya pintu air WKO sampai WKO kering. 

Sabar berdalih dirinya hanya petugas pemeliharaan sehingga tidak bisa mengabulkan tuntutan pendemo. Tetapi dirinya juga menjanjikan untuk menyampaikan aspirasi pendemo kepada pimpinan BBWS Pemali Juana. Tapi, pendeo yang tidak  peduli tetap memaksa agar pintu air dibuka. Pendemo mengatakan tidak akan pergi sebelum pintu air itu benar-benar dibuka.

Warga pendemo yang mngancam akan tetap bertahan bnar-benar menjalankan aksinya. Sampai siang hari warga masih berada di kantor BBWS Pemali Juana. 

Sampai setelah shola jum'at baru kemudian Sabar mengiyakan untuk membuka pintu air WKO. Pintu air WKO akhirnya dibuka pada debit air 50 M³ perdetik dan disaksikan oleh warga pendemo. Sayangnya petugas tidak menjelaskan akan membuka pintu air sampai kapan.

Melihat pintu air sudah dibuka, pendemo akhirnya bersedia membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing. (es)

SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :