Perempuan Sumber Agung Kreasikan Singkong


         
Karamel siap dihidangkan
  Salatiga-Caping, 
Senin (7/8) Kelompok Sumber Agung yang tergabung dalam program Jama’ah Produksi SPPQT membuat aneka olahan singkong pada sesi praktik. Setelah melewati sesi materi dan motivasi dari Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP), masing-masing kelompok menyiapkan alat serta bahan-bahan yang akan diolah. Kegiatan berlangsung di balai desa Sumber Agung Kec.Klego Kab.Boyolali pukul 10.30 WIB dibuka oleh Wijanarko, Sp, Si Kepala Bidang Program dan Evaluasi (perwakilan dari BBPP).
Potensi desa yang paling menonjol yaitu singkong. Kelompok Ngudi Utomo membuat karamel, roti basah dari singkong dan dicampur dengan gula pasir yang sudah disangrai. Kelompok Kenari 1 membuat romeo, adonan singkong yang sudah dihaluskan dicampur daun jeruk dan racikan bumbu kemudian dibuat lempeng menggunakan cetakan bentuknya bulat. Kelompok Kenari 2 membuat wingko babat dari singkong.
                “Pembuatan karamel ini tanpa bahan pengawet mbak, warnanya coklat kuenya bukan dari gula jawa atau pewarna. Kita pakai gula putih yang disangrai, ketika meleleh warnanya berubah menjadi coklat. Itu yang kita gunakan untuk campuran warna sekaligus rasa, untuk ketahanannya bisa sampai tiga hari,” tutur Zumrotun. Selain itu ada juga romeo, lempeng berbentuk bundar, tipis, hanya saja untuk menikmati harus digoreng dulu. Bentuknya hampir sama seperti samier tetapi Rumini menyatakan bahwa produk ini berbeda. “Kalau sarmier setelah direbus, dipotong-potong, lalu dijemur. Tapi pembuatan romeo tidak demikian, selesai dicetak, direbus, kemudian langsung dijemur,”tambahnya.
Memanggang Wingko Babat dari singkong

                Terakhir yaitu wingko babat, adonan singkong yang sudah dicampur kelapa dan gula dipanggang hingga kecoklatan. Tekstur kenyalnya hampir sama dengan wingko pada umumnya yang berbahan dasar ketan. Kreasi selanjutnya kelompok berencana ingin mengaplikasikan coklat dan selai nanas untuk variasi rasa. Pelatihan kelompok Jama’ah produksi akan berlangsung sampai empat bulan dengan pendamping masing-masing dari Qaryah Thayyibah. Kelompok juga akan dipandu untuk membuat bisnis plan. (Endang)

                
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :