Tim ICS SPPQT Lakukan Inspeksi Lahan Organik


            Simpar, Temanggung. Tim dari SPPQT mengadakan inspeksi lahan di Desa Simpar Kec.Kretep Kab.Temanggung Sabtu (13/5). Tujuan dari kegiatan ini yaitu meneliti layak tidaknya produksi hasil tani untuk menanam tanaman organik. Tim mulai pukul 13.00 WIB di kediaman Kuswanto yang menjadi sekretariat Kelompok Tani Sukses. Sebelum survei di lapangan warga dikumpulkan untuk melakukan pendataan terhadap masing-masing lahan dipandu oleh Muhlisin, Muhlison, dan Mustofa. Karena lokasi yang berbeda tiga orang berpencar dipandu oleh perwakilan dari masing-masing warga. Adapun lahan tani yang disurvey meliputi cabai (baik rawit maupun teropong), bawang merah, bawang putih, kopi, dan cengkeh.
            Malam harinya dilanjutkan pertemuan di rumah ketua kelompok. Dalam pertemuan tersebut warga diberi arahan untuk membuat pupuk sendiri mulai dari proses mengurangi dan meninggalkan bahan kimia sintesis. Selain itu, Mustofa turut menyampaikan hasil dari inspeksi lahan bahwa secara umum kondisi lahan anggota bagus, namun perlu dilakukan pembenahan. “Berdasarkan survei kami beberapa lahan sudah cukup bagus namun ada beberapa pembenahan terutama pada pembatas,”tuturnya.
            Beberapa pembenahan yang harus dilakukan warga, pertama membuat batas tanah dengan tinggi 70 cm supaya zat kimia pada pupuk tidak tercampur. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir aliran air saat hujan agar tidak merambat, karena letak lahan di kemiringan dan cukup rawan. Ketika lahan sekitar menggunakan bahan kimia otomatis ketika bercampur akan mempengaruhi proses pertumbuhan tanaman. Kedua, memberi tanaman pembatas dan tertata rapat contohnya seperti kacang panjang, daun singkong, supaya racun dari zat kimia tidak menimpa tanaman.

Diskusi bersama berlangsung dengan beberapa sesi tanya jawab. Warga cukup antusias menanggapi teknik penanaman organic yang dijelaskan Mustofa. Kuswanto sebagai ketua kelompok merupakan salah satu anggota yang sudah menerapkan menggunakan fermentasi air seni kelinci sebagai pupuk. Langkah selanjutnya sebagaimana dijelaskan Mustofa, warga akan dibina dan diberi pelatihan pembuatan pupuk dari cacahan batang pisang dan daun bambu kering. Inspeksi berakhir pada hari Minggu (14/5) di kediaman Wahno dengan total keseluruhan ada 29 lahan. /ED/RR
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :