Elemen Pergerakan Salatiga Dukung Perjuangan Petani Kendeng

Salatiga, caping.lsdpqt - “Hidup petani Kendeng…!” Teriak salah satu perwakilan elemen Aksi Solidaritas Amankan Tani Salatiga Peduli Kendeng yang segera di sambut oleh massa aksi dengan penuh semangat. Orator meneriakkan yel-yel penyemangat dengan tangan terkepal ke atas di tengah massa aksi yang berkumpul di bundaran tugu jam di Kota Salatiga, Jumat (31/3). Hujan yang turun di pagi harinya tidak menyurutkan massa aksi untuk berangkat ke bundaran tugu jam di Kota Salatiga.

“Kalau dikatakan pabrik semen Kendeng akan menyerap tenaga kerja, jumlahnya tidak akan sebanding dengan para petani yang terusir dari sana..!” teriak salah satu orator dengan lantang. “Semen bisa import, tetapi kesejahteraan petani Kendeng harus diutamakan…” katanya lebih lanjut.

Sejumlah elemen yang turut berpartisipasi dalam acara ini. Diantaranya adalah Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT), Kerja Kreatif Akar Rumput, Aliansi Petani Indonesia (API) Jateng, Konsorium Pembaruan Agraria (KPA) Jateng, Yayasan Kristen Trukajaya Salatiga, dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jateng. Kemudian turut pula Salatiga Peduli, Prosa Nada, Benci Buncit, Yayasan Lingkar Studi Kesetaraan Aksi dan Refleksi (YLSKAR), Jejer Wadon, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Salatiga, Teater Getar IAIN Salatiga.

Selain itu ada Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Dewan Kota (DK) Yogyakarta, PPMI DK Semarang, Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Salatiga, Ikatan Keluarga Mahasiswa Pati (IKMP), Individu Merdeka, Yayasan Desantara, Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Salatiga. Elemen pendukung lainnya dalam aksi ini ada Skeptis, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) Salatiga, SUH Upcycleandart, Front Mahasiswa Progresif dan Revolusioner Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Akar Merdeka.

Peserta aksi berkumpul di depan gedung GPD dengan membawa sebuah spanduk besar bertuliskan “Aksi Solidaritas Salatiga Peduli Kendeng”. Kemudian melakukan perjalanan ke bundaran tugu jam di depan rumah dinas Walikota Salatiga. Beberapa aparat keamanan nampak mengamankan jalannya aksi.

Satu persatu elemen aksi melakukan orasi menyampaikan pandangan dan dukungannya pada penderitaan petani di Kendeng. Mereka meminta masyarakat untuk ikut melakukan penolakan pembangunan pabrik semen Kendeng.

Aksi yang dilakukan pada hari ini dan berlangsung kurang lebih selama tiga jam ini dimulai sekitar pukul 09.00 pagi dan berakhir menjelang sholat Jumat. Aksi ini menuntut beberapa hal:
  1. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mematuhi Putusan Mahkamah Agung yang keluar sejak 5 Oktober 2016, yaitu Surat Putusan MA  No. 99 PK/TUN/2016.
  2. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mencabut semua kebijakan yang telah dikeluarkannya, sehubungan dengan Surat Izin Lingkungan, Penambangan dan Pendirian Pabrik Semen di Pegunungan Kendeng,
  3. Presiden Jokowi, sebagai pemegang tampuk kekuasaan tertinggi di negeri ini, menggunakan kapasitasnya untuk memanusiakan semua orang yang telah merelakan waktu dan tenaga untuk menjaga Rahim (Ibu Bumi), dan
  4. Menghentikan kriminalisasi terhadap petani di Jawa Tengah,
  5. Menyelesaikan konflik agraria yang ada di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah.
  6. Menjaga lumbung padi, termasuk memperbaiki sistem regenerasi petani di Jawa Tengah.
  7. Mewujudkan reforma agraria sejati di seluruh negeri ini.
Setelah seluruh elemen menyampaikan orasinya, massa mengakhiri aksi dengan berjalan kembali ke gedung GPD sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan dengan dikawal polisi. / rdr
 

SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :