SPPQT, CCFI dan Masyarakat Resmikan 800 Sumur Resapan

Sebagian dari koordinat lokasi sumur resapan
beserta nomor ID nya
Kaliangkrik, caping.lsdpqt. Lapangan Desa Selomoyo mendadak ramai dipenuhi warga dan tamu undangan pada Kamis, 12/12. Mereka memadati lapangan di pinggir desa tersebut dalam rangka mengikuti acara peresmian 800 unit sumur resapan yang dibangun di beberapa desa di Kaliangkrik dan Ngablak Magelang. Peresmian ini menyusul terselesaikannya pembangunan 800 unit sumur resapan yang dibangun oleh SPPQT dan masyarakat.

Hadir dalam peresmian tersebut jajaran pimpinan SPPQT, Direktur Utama Coca-cola Indonesia, Rini Sadarini, Direktur PSD Kementrian Desa daerah tertinggal dan transmigrasi Hanibal Hamidi, Kepala Bapermas Propinsi Jateng Tavip, Plt Kepala Bappeda Kab magelang Sugiyono yang mewakil Bupati Kab. Magelang, Camat kaliangkrik Anta dan kepala desa-kepala desa dilokasi sumur resapan di bangun. Sumur resapan ini dibangun di desa-desa di kawasan tangkapan air untuk mata air Sidandang di Ngablak dan Mata Air Sijojurang di Kaliangkrik.

SJM 016 salah satu sumur resapan kawasan kaliangkrik
yang dibangun di lahan milik Ahmad Mundir di
Dusun Jono, Desa Maduretno, Kaliangkrik.
Dalam rencana peresmian yang dirilis SPPQT sumur resapan ini diresmikan oleh Menteri Desa Daerah tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro sandjoyo. Namun dalam waktu yang sama menteri desa tersebut harus berada di Australia. Kemudian rencanannya diwakili oleh Dirjen Erani S. Akan tetapi kemudian sakit. Sehingga diwakili oleh Direktur PSD.

Tavip, Kepala Bapermas mengatakan bahwa sedianya Gubernur Jawa tengah akan hadir dalam peresmian ini. Akan tetapi berbarengan dengan adanya aksi dari warga Jawa tengah lainnya sehingga mengurungkan agenda ke Kaliangkrik ini.

“Melalui 800 lumbung air ini, kami berupaya mengembalikan 392 juta liter air ke tanah setiap tahunnya. Tahun ini, kami telah berhasil mengembalikan lebih dari 1 miliar liter air bersih ke tanah dan digunakan sebagai tabungan sumber air lebih dari 15 ribu keluarga serta mengembalikan 164 persen air yang terpakai dalam proses produksi,” Kata Titik S dalam sambutannya. Sumur ini dibangun sepanjang tahun 2016. Lokasinya ada di dua kecamatan yaitu Kaliangkrik dan Ngablak Kabupaten Magelang.

 “Ini program yang baik dan harus didukung. Karena air tidak lagi barang sosial tapi justru mempunyai nilai ekonomi. Bahkan lebih mahal dibanding harga BBM. Karena itu, air harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan bencana seperti banjir, tanah longsor dan lainnya. Pengelolaan air bisa dilakukan dengan kerjasama dengan pemerintah, masyarakat dan swasta, agar bisa memberikan manfaat untuk semua pihak terutama untuk kehidupan." Demikian Hanibal Hamidi memberikan apresiasi atas program konservasi ini.

Pidato sambutan Gubernur Jawa tengah dibacakan oleh Kepala Bapermas Jawa tengah.  “Merawat air banyak manfaatnya. Saat musim kemarau, bisa menjadi tabungan. Bagi pertanian juga penting, kalau irigasi lancar. Sehingga jika dikelola dengan baik, air juga bisa mencegah banjir dan tanah longsor. Karena itu, kami berharap ini bisa memotivasi desa-desa lain agar berswadaya membangun sumur-sumur resapan lainnya,”Demikian Ganjar Pranowo dalam pidato sambutannya.

Abdul Rohim dalam sambutannya menyebutkan bahwa upaya pembuatan sumur reasapan itu supaya alam tetap lestari. Menurut dia, ada multi efek dari sumur resapan itu. Antara lain, sumur penduduk tidak akan kehabisan air. Begitu juga dengan pertanian organik dan upaya menjaga kelestarian mata air yang ada akan lebih baik dan tetap lestari.

Sedangkan Plt Kepala Bappeda Kota Magelang mengatakan bahwa sumur resapan itu punya arti besar bagi ekosistem di perdesaan. Apabila terjadi kerusakan ekosistem akan banyak menimbulkan dampak negatif, termasuk fungsi sosial ekonomi masyarakat. Resapan air itu menjadi salah satu cara sebagai pintu masuk air ke dalam tanah./jb.
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :