Manifesto Politik LSDPQT di Hari Sumpah Pemuda

Sebagai lembaga pemuda di lingkup Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah, Lumbung Sumber Daya Pemuda Qaryah Thayyibah (LSDPQT) telah merumuskan manifesto politik pasca digelarnya Kongres I tahun 2012 silam. Manifesto politik ini merupakan semboyan dan cermin sikap politik yang akan terus menerus diperjuangkan.

Manifesto ini kembali  dikumandangkan untuk terus menjaga spirit perjuangan pemuda petani Indonesia yang dari hari ke hari semakin terkikis semangatnya karena tekanan dan penindasan yang diderita para petani. Hari Sumpah Pemuda menjadi salah satu moment untuk melakukan hal itu. Dunia petani Indonesia menghadapi ancaman besar ketika para pemuda petani merasa tidak ada gambaran masa depan dari kehidupan mereka sebagai petani.

Para petani Indonesia senantiasa bekerja keras memeras keringat, mandi darah diantara penggusuran sawah dan ladang, perampasan lahan, hingga gelontoran kebijakan import pangan dengan berbagai dalih dan alasan. Para petani tetap memegang teguh komitmen dengan kerja keras mereka agar senantiasa tersedia akan di meja Makan bangsa Indonesia. Mereka tidak pernah libur barang seharipun.

Berikut butir-butir manifesto politik pemuda qaryah thayyibah:
  1. menentang bentuk-bentuk kegiatan yang eksploitatif atas sumber daya desa. Kegiatan yang eksploitatif tentu akan merusak kelestarian lingkungan, menciptakan kesenjangan sosial, menciptakan kemiskinan, urbanisasi miskin dan terputusnya kekuatan alam untuk menopang penghidupan warga masyarakat.
  2. mendukung penuh segala upaya untuk terciptanya jamaah produksi. Jamaah produksi mencita-citakan usaha kolektif dalam kepemilikan, pengerjaan dan pembagian keuntungan. Sifat kolektif ini akan mengurangi kesenjangan, menciptakan pemerataan pendapatan dan keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.
  3. menentang bentuk-bentuk privatisasi atas sumber daya desa. Privatisasi sumberdaya alam cenderung menguntungkan pihak-pihak tertentu dan merugikan masyarakat yang lebih banyak. Selain itu privatisasi sumberdaya akan menimbulkan pengangguran, kemiskinan dan menjadikan lebih banyak masyarakat buruh karena mereka tidak lagi memiliki sumber daya produksi.
  4. menolak segala sistem politik, budaya, dan pendidikan yang memandulkan kreativitas, kemandirian, keberanian, dan produktivitas petani dan pemuda tani. Hal ini penting untuk dilakukan agar kedaulatan, masa depan bangsa, dan kemakmuran rakyat indonesia senantiasa terjamin. Selain itu agar aspek kontrol sosial bisa berkembang karena masyarakat memiliki kemampuan, kekuatan dan keberanian untuk melakukan hal itu.
  5. mendorong segala upaya bagi peningkatan kreativitas, kemandirian, keberanian mengambil resiko, dan produktivitas petani dan pemuda tani. Ini menjadi modal utama untuk mengelola sumberdaya yang ada. Generasi yang takut mengambil resiko akan melahirkan kaum pekerja yang bergantung pada beberapa orang yang memegang kontrol atas kapital. Hal ini kemudian menghilangkan sedikit demi sedikit kedaulatan masyarakat atas sumberdaya yang mereka miliki.
  6. menolak segala bentuk pemecah belahan masyarakat, diskriminasi saluran politik dan akses sumber daya,
  7. menolak sikap diskriminatif pemerintah yang tidak mengakui organisasi-organisasi pemuda dan petani yang tidak dibentuk pemerintah.
  8. mendorong dan turut bekerja keras bersama seluruh organisasi pemuda, organisasi petani dan orgasnisasi lain yang ada di desa agar semua lembaga di desa memiliki kegiatan kongkrit dan bermanfaat bagi masyararakat.
  9. mendorong warga agar mengetahui hak-haknya sebagai warga negara. Ini penting agar masyarakat terhindar dari perilaku jahat para pejabat pemerintah yang seolah-olah baik dengan memberikan bantuan padahal banyak melakukan penyimpangan.
  10. menuntut pemerintah melaksanakan kewajibannya untuk mensosialisasikan dan memenuhi hak-hak warganya.
  11. mendorong pemerintah untuk memperhatikan ketersediaan siaran-siaran yang memberdayakan warga negara.
  12. menolak dan menentang segala bentuk media yang menjadikan pemuda tidak kreatif, tidak produktif, dan menjadikan pemuda terbawa pada arus budaya konsumtif.
  13. berkomitmen untuk berperan aktif dalam penyediaan informasi yang menjadikan warga negara yang kritis, progresif, berdaya, mandiri, untuk menuju masyarakat yang ideal.
  14. berkomitmen untuk berperan aktif dalam mewujudkan system pendidikan yang menjadikan pesertanya melek politik, merdeka dalam berpikir, mandiri untuk menentukan masa depan, mampu melakukan akses dan kontrol atas sumberdaya yang ada. Dan yang lebih penting lagi adalah terselenggaranya pendidikan yang membebaskan, tidak membelenggu, dan tidak mematikan potensi serta kreatifitas warga belajar.
  15. berkomitmen untuk berperan aktif dalam melakukan kerja-kerja apresiasi, analisis dan interpretasi atas segenap karya anggota baik berupa pemikiran, gagasan, maupun produk-produk yang berangkat dari pengembangan aspek kreatifitas, inovasi, produktifitas, dan upaya-upaya membangun kemandirian dan kesejahteraan bersama./jb
gambar:http://www.arsyadiriansyah.com/2012/09/tangan-kiri-terkepal-mahasiswa-brawijaya.html

SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :