88 Tahun Sumpah Pemuda dan Catatannya

Oleh: Arif Burhan

Dalam cengkeraman kolonial yang memecah-belah nusantara. Beberapa pemuda yang mewakili bermacam organisasi, dari berbagai daerah berkumpul bersama di Jakarta. Sebelumnya mereka telah melewati beberapakali rapat dan bersepakat akan berkongres. Dan sumpah pemuda adalah ikrar atas konggres pemuda pada tanggal 27-28 Oktober 1928 itu. Mereka mengikrarkan diri berbangsa, berbahasa, dan bertanah air satu, Indonesia. Kiranya itulah ilustrasi yang muncul dari peristiwa oleh apa yang kini setiap tahun negara peringati sebagai hari Sumpah Pemuda. 

Semangat persatuan Pemuda pada tahun 1928, barangkali semangatnya akan bertolak-belakang dengan semangat pemuda di tahun 2016. Perbedaannya kalau bisa didedah disini sedikitnya adalah karena beberapa sebab, pertama bahwa di 1928 ide untuk menggagas konggres adalah menjadi kebutuhan moral di tengah kenyataan penindasan kolonial yang terjadi. Hal yang lain dengan generasi pemuda kita hari ini yang walaupun kolonialisme sudah 'hengkang' kemerdekaan atas penjajahan nasib pemuda masih terjadi. Seperti dipaparkan dari situs Badan Pusat Statistik dimana terdapat sebanyak 7,024,172 penduduk tengah berada di posisi pengangguran terbuka. Data ini menyiratkan bahwa kebanyakan dari para penganggur itu adalah pemuda.

Kemiskinan struktural yang melanda pemuda ini, tentu adalah sesuatu prasyarat yang perlu didekati untuk dipecahkan secara bersama-sama, dari berbagai sudut pandang, dengan mempertimbangkan berbagai aspek termasuk beragam pendekatan. Sebagai organisasi pemuda tani, mandat manifesto politik kita bahwa pengangguran yang di kanan-kiri rumah, teman dan kerabat kita barangkali alami adalah tidak terjadi sebagian akibat faktor individu yang malas dan rendah SDM-nya semata, melainkan apa yang dialami oleh para penganggur ini erat terkait dengan faktor sistem permodalan yang bebas dan posisi negara yang menjadi watchdog para imperialis. 

Rasanya menjadi sesuatu yang tidak laik, mengharapkan pemuda menjadi patriot, sementara aspirasi dan kondisi pemuda yang secara ekonomi belum terpenuhi hak-haknya sebab nafas kemerdekaan dari kelaparan, kemiskinan, dan kebutuhan hidup sehari-hari belum selesai teratasi. 

Kuatkan organisasi, perkuat program untuk menuju kedaulatan ekonomi pemuda tani di desa!
Selamat Hari Sumpah Pemuda!
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :