Menaker Minta SPPQT Perdalam Konsep Jamaah Produksi

Menaker Hanif Dzakiri menerima para pegiat SPPQT
menyampaikan gagasan jamaah produksi
Jakarta.Caping.Lsdpqt. Enam orang pegiat SPPQT nampak duduk diruang tamu rumah dinas menteri tenaga kerja Hanief Dzakiri di kawasan Widya Candra Jakarta pada Selasa malam, 20/9. Mereka menunggu kedatangan menteri tenaga kerja untuk bertemu setelah waktu yang dijanjikan pada pukul 19.00 WIB. Nampak dalam rombongan SPPQT tersebut ada Bahruddin, Mujab, Faisol, Nurul M, Andi Gatot,l dan Moch Haris.

Setelah menunggu sejenak menteri datang seorang diri dan langsung menyapa rombongan pegiat. Sejenak kemudian menteri mengajak rombongan makan malam sebelum membicarakan pokok pembicaraan dengan SPPQT. Setelah makan pegiat SPPQT duduk lesehan di teras samping rumah dinas, sementara menteri menemui salah seorang pengusaha Jakarta. Tak lama kemudian menteri justru gabung duduk lesehan di teras tersebut dan segera meminta SPPQT memulai pembicaraan terkait implementasi jamaah produksi.

SPPQT mengawali pembicaraan dengan cerita tentang implementasi program jamaah produksi yang mulai berjalan di beberapa tempat persebaran anggotanya. Cerita dimulai dari pembukaan pelatihan kewirausahaan di SPPQT pada Agustus 2016 lalu yang meliputi wilayah Salatiga dan Kab Semarang.

Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan jamaah produksi di Kab. Temanggung dan Wonosobo. Dalam waktu dekat juga akan segera dilakukan pelatihan sejenis di Kab Magelang serta Kab Boyolali. Pelatihan ini merupakan langkah awal untuk mengimplementasikan program jamaah produksi.

Menteri tenaga kerja nampak apresiatif terhadap apa yang telah SPPQT lakukan. Menteri mengatakan bahwa konsep jamaah produksi ini sangat bagus dan berpikir akan memasukkan hal tersebut dalam penganggaran kementrian tenaga kerja. Sehingga bisa menjawab tumbuhnya angkatan kerja yang semakin hari semakin bertambah.

Dibagian lain menteri juga menambahkan bahwa akan merencanakan untuk mereplikasi program jamaah produksi ini di sekitar 200 desa di Indonesia. Sehingga program yang baik ini bisa berdampak lebih luas bagi peningkatan kesejahteraan di Indonesia melalui kementrian tenaga kerja. Menteri berharap Jamaah Produksi di perdalam dan susun sistematika nya sehingga lebih mudah di masukkan dalam program kementrian./jb
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :