Menteri Desa Diskusi Konsep Pemberdayaan Desa dengan SPPQT

(Menteri Desa -tengah berbaju merah- berbincang dengan
pegiat SPPQT dan DMTK di kantor SPPQT
)
Salatiga.Caping. Belum genap sebulan pasca kehadiran Menteri Tenaga Kerja untuk
Buka Pelatihan Kewirausahaan di SPPQT pada awal Agustus lalu, Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT) kembali mendapatkan tamu dari seorang menteri yaitu Menteri Desa yang baru : Eko sandjaja pada Selasa, 30/8. Menteri Eko Sandjaja dating ke kantor SPPQT sekitar pukul 16.00 dan berdiskusi panjang lebar dengan para pegiat SPPQT dan Desa Mandiri Tanpa Korupsi. Diskusi kemudian dihentikan tepat maghrib karena harus kejar flight pulang Jakarta.

Eko Sandjaja datang ditemani beberapa direktur dan staff ahli. Begitu datang langsung berdiskusi. Qaryah Thayyibah menyampaikan konsep desa berdikari, tentang energy terbarukan, tentang biogas digester. Tidak ketinggalan juga disampaikan perihal kerja-kerja SPPQT disektor konservasi yaitu pengembangan sumur resapan yang dikembangkan para petani anggota SPPQT.

Dibagian lain disampaikan juga tentang rencana pengembangan demplot desa mandiri di berbagai lokasi di Indonesia yang hendak dicanangkan. Hal ini terkait dengan kegiatan group desa mandiri tanpa korupsi yang berencana mencanangkan desa mandiri di berapa lokasi sesuai dengan nawacita jokowi.

Setelah itu Eko Sandjaja menanggapi konsep yang dipaparkan dengan runtut dan santai. Menteri desa baru tersebut juga menyampaikan gagasan untuk mengelaborasi gagasan dari Qaryah Thayyibah untuk diterapkan di desa-desa yang ada di Indonesia. Menteri juga menawarkan kemungkinan dan peluang untuk bekerja bersama dalam rangka pemberdayaan masarakat desa.

Disampaikan bahwa pengembangan usaha ditingkat desa harus sampai pada skala ekonomi sehingga bias mengangkat kesejahteraan masyarakat dan menarik investor dan pengusaha untuk masuk ke desa. Pengusaha bukan musuh dan justru bisa bersama-sama membangun kesejahteraan desa. Pengusaha mau berinvestasi dan memandang ada peluang kalau skala ekonomi sudah masuk.

Pak menteri kemudian mencontohkan bagaimana Gorontalo sekarang ini berkembang dan sukses menjadi propinsi penghasil jagung. Hal ini karena para petani diberi motivasi dan peluang sehingga harga jagung bisa terbeli sehingga mereka mau beramai-ramai menanam jagung. Karena banyak petani menanam jagung maka hasil yang diperoleh kemudian masuk skala ekonomi. Hal inilah yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani Gorontalo./jb



SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :