SPPQT Terima Kunjungan Vegimpact Indonesia

Jajaran pimpinan SPPQT berdiskusi dengan Vegimpact
Salatiga. Caping. SPPQT menerima kunjungan Marijn van der laan bersama Novianto pada Kamis, (28/7). Keduanya adalah tamu SPPQT yang beraal dari VegIMPACT Indonesia. Kehadirannya bermaksud memperkenalkan lembaga ini sebagai mitra untuk Pengembangan Rantai Pasok Berorientasi Pasar. Fokus lembaga ini adalah pasar sayur mayur.

Rombongan VegImpanct datang sekitar pukul 09.00 dan disambut jajaran pimpinan SPPQT. Nampak Abdul Rohim, ketua SPPQT, Siti Harsun sekretaris, dan jajaran para wakil ketua. Nampak di Jajaran wakil ketua ada Nurul M yang mewakili bidang perempuan, Mujab mewakili bidang pengorganisasian, dan Muhlisin yang mewakili bidang Ekonomi. Selain itu nampak hadir Budi P wakil sekretris dan beberapa orang staf.

Petani perwakilan dari paguyuban
di kawasan Merbabu dan Merapi turut
berdiskusi dengan VegIMPACT di sessi siang
Para pegiat SPPQT ini nampak  bersemangat berdiskusi dan berbagi pengalaman tentang pengorganisasian, pengelolaan potensi ekonomi serta kendala dalam melakukan konsolidasi potensi ekonomi. Muhlisin menjelaskan bahwa potensi ekonomi sebenarnya cukup banyak mulai beras, kopi dan beberapa jenis sayuran. 

Dibagian lain Marijn menjelaskan bahwa maksud dari kunjungan ini adalah untuk berdiskusi dan membahas mengenai kemungkinan-kemungkinan untuk bisa menjalin kerjasama dalam hal budidaya dan pemasaran sayuran. Marijn tidak mentargetkan sesuatu dalam diskusi namun dia berharap diskusi yang dilakukan bisa produktif dan berkembang menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk kedua belah pihak dan tentu saja kepada petani. 

Baik Marijn maupun novianto keduanya bergantian menjelaskan tentang seluk beluk Vegimpact baik dari kondisi organisasi, cakupan wilayah kegiatan maupun bidang-bidang yang selama ini menjadi program dan kegiatannya. Selain itu keduanya juga banyak berbagi informasi terkait kondisi riil pasar sayur, peluangnya serta beberapa hambatan yang sering dihadapi dalam pengembangan produksi dan pasar sayur itu sendiri.

Diantara hal yang paling banyak di share oleh Vegimpact kepada para pegiat SPPQT adalah terkait dengan komoditas tomat beef. Novianto menjelaskan pengalaman mengembangkan sayur tomat ini di daerah Batu dan prospek pasarnya yang masih terbuka lebar sementara pasokan tomat jenis ini masih sedikit. Novianto juga menjelaskan tentang pasar cabe yang masuk pasar eksport di Singapura.

Setelah makan siang pertemuan dilanjutkan diskusi dengan para petani anggota SPPQT. Ada perwakilan dari 4 paguyuban dari kawasan Merbabu dan Merapi yang hadir dalam kesempatan ini. /jb

SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :