Pidato Kepala Staf Presiden RI di Kongres V SPPQT



MARI BERGOTONG ROYONG MEWUJUDKAN DESA YANG BERDAULAT SECARA POLITIK, YANG BERDIKARI SECARA EKONOMI, DAN YANG BERKEPRIBADIAN SECARA KEBUDAYAAN. 

Teten Masduki (mengenakan hem putih) berfoto setelah
menyampaikan pidato dalam Kongres V SPPQT
• Saudara/saudari pimpinan, pengurus dan anggota SPPQT yang saya banggakan. Saudara/saudari pimpinan organisasi petani dari seluruh penjuru Nusantara yang saya hormati. Saudara/saudari tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama yang saya muliakan. Saudara/saudari pimpinan pemerintahan pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan dan desa yang hadir. Saudara/saudari sekalian sebangsa dan se-Tanah Air yang saya cintai. 

• Saya merasa bahagia dan terhormat dapat berada di tengah-tengah para petani dan yang berjuang memperbaiki nasib petani dan masyarakat desa lainnya, yang hadir dalam kesempatan ini. Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo tidak bisa hadir dalam acara sekarang ini. Beliau menitipkan pada saya salam hangat untuk Bapak dan Ibu sekalian, dan rasa kagum pada prestasi kerja SPPQT yang telah bekiprah selama hampir 20 tahun ini. Semoga Kongres SPPQT berjalan dengan lancar dan sukses melahirkan pemimpin-pemimpin masyarakat desa yang mampu membimbing masyarakat memegang teguh nilai-nilai Pancasila, khususnya bergotong royong mewujudkan desa yang berdaulat secara politik, yang berdikari secara ekonomi, dan yang berkepribadian secara budaya. 

• Dalam kesempatan yang baik ini, saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Keluarga Besar SPPQT dan semua organisasi yang memberdayakan petani di seluruh Nusantara. Kaum tani adalah pelaku utama di bidang pertanian yang menghidupi dan mencukupi kebutuhan pangan rakyat. Menurut saya, kaum tani di desa-desa, di dusun-dusun, di kampung-kampung sesungguhnya adalah pahlawan sejati. Kaum tanilah adalah pejuang garda terdepan yang mewujudkan ketahanan, kemandirian dan kedaulatan pangan. 

• Mari kita sejenak menghargai dan memuliakan perjuangan petani, melalui kerja-kerja yang baik dari organisasi-organisasi petani telah memberi contoh mengenai bagaimana peran aktif masyarakat desa dalam mempertahankan, memperbaiki dan memajukan pertanian dan pedesaan. Melalui berbagai inisiatif, program dan kegiatan yang diusahakannya, organisasi-organisasi petani telah mendidik anggota dan pengurusnya supaya memahami situasi kesulitan objektif dan subyektif yang dialami petani dan masyarakat pedesaan pada umumnya. Serikat-serikat petani terus mempertahankan penguasaan dan pemanfaatan tanah, sumber daya alam, dan wilaya kelola rakyat. Serikat-serikat tani juga telah mengembangkan usaha-usaha bersama dalam menata produksi pertanian, pengolahan produk, dan distribusi hasil-hasil pertanian yang lebih menguntungkan secara sosial, ekonomi dan ekologi. Organisasi tani seperti SPPQT memiliki jasa besar dalam mengembangkan pola pertanian yang mengandalkan kerjasama petani dalam semangat gotong-royong. SPPQT juga memberi contoh bagaimana produktivitas pertanian dapat dipertinggi sehingga hasilnya lebih meningkat secara kuantitas dan kualitas sembari menjaga keseimbangan dan keberlanjutan layanan alam terus dipertahankan bagi kehidupan generasi selanjutnya. Singkatnya, petani adalah sokoguru bagi pembangunan berkelanjutan. 

• Untuk itu, sangatlah penting untuk terus menjaga semangat dan kerja nyata dari serikat-serikat petani. Organisasi tani bukan hanya harus tetap hadir, namun penting untuk terus menerus meningkatkan kemampuan dalam menjawab tantangan internal maupun eksternalnya. Serikat tani adalah bagian dari solusi atas banyaknya persoalan yang masih dihadapi oleh Bangsa Indonesia, khususnya di lapangan agraria, pertanian, dan pedesaan. 

Saudara/saudari sekalian yang saya hormati. 

• Kita mesti sadar sesadar-sadarnya. Saat ini adalah era-demokrasi dimana partisipasi dan emansipasi warga negara atas pembentukan dan pelaksanaan pemerintahan lebih terbuka dan maju. Pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo memberi ruang lebar dan tempat terhormat bagi partisipasi masyarakat dalam menyalurkan gagasan dan usulan untuk mengatasi persoalan-persoalan bangsa. Pintu komunikasi dan koordinasi antara jajaran pemerintah dengan kalangan gerakan masyarakat, termasuk gerakan petani seperti SPPQT, dipahami sebagai kunci bagi tumbuh dan berkembangnya semangat untuk bekerjasama antara aparat birokrasi dengan gerakan sosial. 

• Jaman sudah berubah. Kalau dulu di bawah rejim penguasa yang otoriter, rakyat dan negara berhadap-hadapan. Sekarang, hal itu tidak berlaku lagi. Posisi dan peran pemerintah adalah bertugas melayani dan melindungi rakyat, sejalan dengan maksud kehadiran organisasi-organisasi gerakan sosial yang elannya adalah memperjuangkan hak-hak rakyat. Disini, kita hadirkan semangat gotong royong. Bekerjasama saling menguatkan satu-sama lain. Badan-badan pemerintahan dengan serikat-serikat kerakyatan harusnya membentuk wajah baru demokrasi lokal kita. Bukan hanya demokrasi prosedural, seperti pemilu dalam melahirkan pemimpin-pemimpin politik. Melainkan, terlebih penting adalah demokrasi substansial yang mampu menyejahterakan rakyat, dan menjaga alam lingkunghan hidup kita. Kini pintu sudah terbuka dan ruang telah tersedia untuk bekerjasama. Tinggal sama-sama kita memasuki dan mengisinya dengan kesadaran dan kemampuan terbaik yang kita punya. Modal dasar kita adalah rasa saling percaya satu sama lain. Kerjasama dalam menyelesaikan persoalan bangsa, termasuk masalah agraria, pertanian dan pedesaan membutuhkan model-model kerjasama atas-bawah yang perlu kita kembangkan ke depan. 

• Dalam kesempatan yang baik ini, saya juga perlu menyampaikan pemaknaan kita atas Nawacita dan kaitannya dengan perjuangan petani. Nawacita sebagai visi, misi dan program aksi Jokowi-JK (Mei 2014), menempatkan agenda reforma agraria menjadi salah satu agenda yang sangat penting dan mendesak untuk dijalankan. Kemendesakan reforma agraria ini khususnya dalam rangka: (1) Mengatasi ketimpangan pemilikan dan penguasaan tanah; (2) Menyelesaikan konflik agraria, dan; (3) Memulihkan lingkungan hidup. 

• Nawacita mengandung berbagai program aksi atau kegiatan yang menjadi isi substansi dari agenda reforma agraria. Diantaranya yang paling populer adalah rencana “redistribusi 9 juta hektar tanah” kepada rakyat miskin. Selain itu, sekitar 12, 7 juta hektar hutan yang dialokasikan untuk dikelola oleh rakyat melalui berbagai skema. Secara utuh, Nawacita memuat cukup banyak program aksi yang terkait reforma agraria yang mencerminkan komitmen pemerintah untuk melaksanakannya. Selama satu tahun usia setengah usia pemerintahan ini (Oktober 2014 s/d Juni 2016), berbagai upaya untuk menjalankan amanat Nawacita telah dilaksanakan oleh pemerintah, melalui berbagai Kementerian dan Lembaga yang terkait. 

• Dari penilaian sementara, ada banyak kemajuan yang telah dicapai. Namun disadari masih banyak kekurangan yang terjadi, baik dalam desain konseptual maupun dalam desain operasional reforma agraria, pembangunan pertanian, maupun pemberdayaan desa. Untuk itu, sekarang sedang diperlukan masukan dari kalangan gerakan sosial untuk meningkatkan capaian yang sudah baik sekaligus mengoreksi serta memperbaiki kelemahan atau kekeliruan yang ada. Pemerintah sekarang terbuka kepada kritik dan masukan dari publik demi kebaikan dan kemajuan bersama. Kita ingin rumusan kebijakan yang tepat dan dapat dilaksanakan untuk mengatasi masalah-masalah agraria, pertanian dan pedesaan yang sudah akut dan menahun. Ini adalah panggilan sejarah. Ini panggilan Tanah Air yang harus dipenuhi bersama oleh anak bangsa yang punya jiwa patriot dan semangat kebangsaaan tinggi. 

Saudara/saudari sekalian yang saya banggakan. 

• Selama ini, pembangunan ekonomi nasional di Indonesia ini memang maju pesat, namun masalah yang belum terpecahkan adalah kesenjangan dan ketimpangan ekonomi, sosial, dan spasial. Ini musti kita atasi hal ini secara bergotong-royong -- pemerintahnya, para ahli-ahli, organisasi-organisasi rakyatnya, dan semuanya musti memprioritaskan untuk mengatasi kesenjangan ekonomi, sosial dan spasial ini. 

• Kita memahami bahwa tanah merupakan faktor produksi yang utama bagi petani memang harus segera disediakan secara layak untuk meninggikan produktivitas pertanian rakyat yang pada gilirannya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Selain tanah, tentu saja ketersediaan sarana dan prasarana pendukungnya –seperti: benih, pupuk, teknologi alat mesin pertanian, modal usaha, informasi, hingga kemampuan dalam pengemasan, pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, juga penting untuk disediakan dan dimudahkan aksesnya bagi petani. Kita perlu bekerjasama untuk memastikan segera tersedianya tanah dan sarana-prasarana pendukung yang dibutuhkan untuk memajukan pertanian. Kita sama-sama mendorong agar redistribusi tanah yang dilandasi pola penguasaan, pemilikan, pemanfaatan dan penggunaan tanah secara bersama, dan juga pemanfaat kawasan hutan secara bersama masyarakat, terus ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya. Jangan biarkan konsentrasi penguasaan dan pengusahaan tanah, sumber daya alam dan wilayah menciptakan ketidakadilan dan kesengsaraan rakyat. Konsentrasi tanah, sumber daya alam, dan wilayah telah membuat petani kita menjadi miskin dan terlempar dari kesempatan kerja di pedesaan. Kita hidup di dunia yang semakin mengglobal. Semua semakin menyatu. Orang maupun barang bersirkulasi dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat. Jarak fisik mampu semakin mendekat, dan waktu semakin bisa dipendekkan, dengan kemajuan transportasi, hingga teknologi informasi.. 

• Saat ini Kantor Staf Presiden (KSP) sedang giat menyiapkan Pelaksanaan Reforma Agraria. Secara substansial dan strategis, pelaksanaan reforma agraria akan berkontribusi positif bagi: (1) Pengurangan kesenjangan; (2) Pengentasan kemiskinan; (3) Penciptaan lapangan kerja; (4) Kedaulatan pangan; (5) Pembangunan desa, dan (6) Pemulihan lingkungan hidup. Reforma agraria juga menjadi strategi paling jitu untuk menangani dan menyelesaikan konflik-konflik agraria struktural. Kita seriusi upaya penyelesaian konflik agraria di sektor-sektor strategis pembangunan, seperti: pertanahan, pertanian, perkebunan, kehutanan, pertambangan, energi, sumberdaya mineral, pesisir, kelautan, dan seterusnya. Penyelesaian konflik agraria, selain secara langsung dapat menghadirkan rasa keadilan bagi rakyat yang menjadi korban, ia sekaligus menciptakan kondisi yang kondusif bagi dijalankannya program-program dan kegiatan pembangunan di berbagai sektor untuk kepentingan bangsa dan negara yang lebih luas. Kita menyadari konflik agraria masih terus terjadi. Tak sedikit ada kriminalisasi di dalamnya. Kita dorong agar konflik agraria segera diselesaikan dan kriminalisasi petani dihentikan. Petani harus dihormati dan dipenuhi hak-hak konstitusionalnya. 

• Kita musti atasi sumber dari ketimpangan dan kesenjangan ekonomi, sosial, dan spasial Karenanya, kita perlu mengembangkan kerjasama untuk melahirkan pusat-pusat kekuatan ekonomi kerakyatan di pedesaan. Kita ingin pertumbuhan ekonomi ke depan didasarkan pada penguasaan dan pengusahaan tanah yang dijalankan rakyat melalui usaha-usaha produktif yang digerakkan oleh badan-badan usaha milik rakyat di desa. Kita kerahkan semua daya dan upaya agar kekuatan produktif baru dan berorientasi kemakmuran bersama dapat menjadi arus utama dari pembangunan ekonomi kita. Investasi yang ingin kita gerakan utamanya adalah investasi yang bersumber dari kekuatan ekonomi skala kecil dan menengah. Modal utama pembangunan ekonomi kita bersumber dari kekayaannya yang dimiliki dan dikuasi oleh rakyat desa secara bersama. Kita perjuangkan proses produksi di desa-desa agar mampu melahirkan pertumbuhan sekaligus pemerataan pada saat yang sama. Keuntungan dan kemajuan yang diraih dari hasil-hasil kerja produktif di pedesaan harus dinikmati dan dirasakan seluruh rakyat desa. 

• Untuk menunjang terbentukan kekuatan produktif baru di pedesaan, maka pembentukan dan pengembangan badan-badan usaha ekonomi milik petani, badan usaha milik desa dan antar-desa, koperasi, dan beragam badan usaha kecil dan menengah lain, menjadi sangat penting untuk ditumbuhkan dan disuburkan pertumbuhannya. Presiden Joko Widodo memimpin pemerintahan agar segala kekuatan pemerintah (baik di pusat maupun daerah) dapat bekerja sama dan bukan hanya sama-sama bekerja. Ini adalah tugas kita bersama. Agar bisa bekerja sama, maka kita harus saling percaya dan terus memperbaiki diri. Tak baik lagi ada curiga antara pemerintah dengan kalangan gerakan sosial di lapangan. Ini era baru. Ini zaman baru yang harus dimaknai sebagai arena bersama yang harus diisi dan dioptimalkan untuk memenangkan agenda rakyat dan hak rakyat, terutama petani dan masyarakat pekerja di pedesaan lainnya. 

• Dengan lahir dan tumbuhnya pusat-pusat produksi baru yang berorientasi kerakyatan dan kemajuan bersama di pedesaan maka arus urbanisasi menjadi dapat dikurangi secara berarti. Dengan kemajuan ekonomi desa maka perginya anak-anak muda dari desa ke luar desa dapat dicegah. Jika desa maju, para pemuda dan pemudi desa tak perlu lagi mengadu nasib ke kota atau bahkan negeri orang. Kaum muda desa menjadi kekuatan produktif yang tetap tinggal dan bekerja di desa. Dengan kemampuan pemikiran dan kerja produktif tinggi dari para pemuda desa maka masa depan desa menjadi lebih cerah dan menjajikan kebahagiaan. Kemajuan ekonomi pedesaan menjadi pilar penting yang penyangga kokohnya ekonomi nasional. 

• Secara khusus, jika produktivitas rakyat desa maju maka hasil-hasil produksi pertanian, peternakan, perkebunan, kehutanan dan hasil bumi lainnya dapat secara lebih mantap dan kontsan dipasok oleh pusat-pusat prodkusi baru yang dikelola oleh rakyat/petani melalui koperasi dan badan-badan usaha bersama lainnya. Peran pemerintahan desa dalam memberdayakan petani dan rakyat desa juga terus ditingkatkan. Sekali lagi, pembentukan Badan Usaha Milik Desa atau Badan Usaha Milik Antar-Desa serta kegiatan-kegiatan produktif yang dinaungi Undang-Undang Desa sangat penting untuk digencarkan. Pemerintah terus memfasilitasi dan menstimulasi pemajuan dan pemberdayaan desa. Organisasi-organisasi petani terus membuat kreasi dan inovasi untuk memajukan agraria, pertanian dan pedesaan. Kombinasi antara kerja pemerintah dengan partisipasi petani, sekali lagi saya tekankan, akan menjadi kunci sukses kemajuan petani dan pedesaan kita. 

Saudara/saudari sekalian yang saya cintai. 

• Saya mengajak kita semua untuk kembali ke semangat Trisakti dan Nawacita. Kita bangun Indonesia dengan cara baru yang dimulai “dari desa dan pinggiran” sehingga dapat mewujudkan kondisi baru di pedesaan yang lebih maju dan berkeadilan. Kondisi baru yang maksud digambarkan sebagai suatu komunitas dan wilayah desa yang mampu mencukupi sandang, pangan dan papannya secara layak. Kehidupan baru di pedesaan yang ditandai membaiknya kualitas pendidikan, kesehatan, kebudayaan dan pengelolaan lingkungan hidup serta kekayaan alam yang ada di sekitarnya. 

Saudara/saudari sekalian yang saya muliakan, 

• Partisipasi masyarakat, khususnya petani dalam memajukan petani, pertanian dan pedesaan sama pentingnya dengan komitmen politik yang kuat dari pimpinan nasional dan reformasi birokrasi pemerintahan. Keterlibatan rakyat dalam reforma agraria, pembangunan pertanian dan pemberdayaan desa mestilah dilakukan terorganisir, tidak sendiri-sendiri. Dibutuhkan peran aktif organisasi-organisasi tani –seperti: SPPQT, kaum buruh, kaum nelayan, masyarakat adat, dan rakyat miskin lainnya. Kerja penguatan organisasi rakyat, pendidikan dan kaderisasi, serta pengembangan sosial, ekonomi dan budaya petani menjadi penting untuk terus digalakan oleh kalangan gerakan. Jadikan pemuda-pemudi desa sebagai pandu (pemimpin) di desa-desa, untuk membangun dan memajukan desanya. Generasi muda desa harus dapat bekerja dan mengembangkan hidup di desanya, tanpa harus mengungsi ke kota-kota menjadi tenaga kerja murah dalam industri formal maupun informal di kota. Kaum muda adalah masa depan desa. 

• Upaya serius yang ditunjukkan SPPQT dan para petani yang terorganisir se-Nusantara penting diapresiasi dan diakselerasi. Di tengah berbagai keterbatas, semangat dan kemampuan serikat tani dengan berbagai kreasi dan inovasi gerakannya patut diacungi dua jempol. Serikat-serikat tani telah berkontribusi positif dalam memberi contoh bagaimana “membangun desa” dan “desa membangun” itu dijalankan secara partisipatif dan emansipatoris. Ke depan, kreasi dan inovasi yang dapat meninggikan produktivitas rakyat desa melalui pengembangan kelembagaan dan kegiatan ekonomi berbasis penguasaan dan pengusahaan tanah sangat penting dilipat-gandakan. Saya percaya SPPQT dan jaringan dapat menjadi pelopor yang memberi contoh baik bagi pelaksanaan reforma agraria, pembangunan pertanian dan pemajuan pedesaan. 

• Saya pastikan, Presiden Jokowi memiliki komitmen kuat untuk memajukan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani. Kedaulatan pangan melalui reforma agraria menjadi misi penting Presiden yang harus diperjuangkan. Komitmen Presiden diperkuat terus. Kalangan gerakan reforma agraria dan gerakan tani perlu memastikan bahwa Reforma Agraria yang dijalankan dalam berbagai model dan skema memang akan betul-betul menjadikan petani sebagai subyek utama pemegang hak atas tanah dan kekayaan alam. Presiden Jokowi ingin memastikan bahwa melalui Reforma Agraria maka akan terbentuk kekuatan produktivitas ekonomi baru yang berbasis penguasaan dan pengusahaan tanah, sumber daya alam dan wilayah secara bersama oleh masyarakat. 

• Untuk itu, saya mengajak kalangan kita semua untuk terus berinteraksi intensif agar pengembangan contoh-contoh praksis reforma agraria, pembangunan pertanian dan pemberdayaan desa dapat betul-betul melahirkan kekuatan ekonomi rakyat baru. Mari, kita perbanyak dan kuatkan cara-cara untuk mengurangi kemiskinan dan penganguran serta mengatasi masalah-masalah sosial, ekonomi dan ekologi. Upaya bersama di lapangan agraria kita arahkan untuk meningkatkan pendapatan rakyat secara kolektif sehingga rakyat punya tabungan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, seperti: pendidikan, kesehatan, perumahan, pangan, dan seterusnya. Jika ini bisa kita kerjakan bersama maka: keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan petani serta rakyat di desa-desa akan menjadi kenyatan. Hal ini jadi buah perjuangan yang kita panen bersama. Buah yang kita petik sebagai kemenangan bersama. 

• Diharapkan rasa saling percaya di antara kita semakin kuat. Kerjasama yang nyata antara pemerintah dengan gerakan reforma agraria dan gerakan tani bersinergi melahirkan kekuatan sosial-ekonomi baru yang membangkitkan Indonesia dari desa. Hanya melalui rasa saling percaya dan kerjasama yang erat di bagian atas-tengah-bawah-sampinglah maka upaya meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pemajuan kemakmuran rakyat menjadi lebih mungkin untuk diwujudkan dalam tempo tak terlalu lama. 

• Semoga kita semua selalu diberi kekuatan lahir dan bathin dalam memperbaiki desa kita dibimbing nilai-nilai Pancasila mewujudkan desa yang berdaulat secara politik, yang berdikari secara ekonomi, dan yang berkepribadian secara budaya. Dengan bekerjasama kita yakin bisa! 

Terima kasih atas perhatiannya... Selamat berkongres untuk SPPQT. 

Mari berjuang bersama untuk kesejahteraan petani dan kemajuan bangsa. 

Wassalaammualaikum Wr. Wb. 

Salatiga – Jawa Tengah, 4 Juni 2016 

TETEN MASDUKI 

(Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia) 

(Pidato sambutan disampaikan dalam Kongres Serikat Paguyuban Petani Qoryah Toyyibah, di Salatiga - Jawa Tengah, Sabtu, 4 Mei 2016) 
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :