PR BESAR PETANI INDONESIA

Petani menggarap tanahnya

oleh: Fadhil yahya



Petani merupakan pekerjaan yang sangat mulia, dan bermanfaat bagi banyak orang lain, pada dasarnya petanilah yang mensuplai semua kebutuhan makanan sehari-hari orang Indonesia. Betapa mulianya para petani yang bisa menghidupi Negara ini. Dengan berbagai macam makanan, minuman semua itu bersumber dari petani.

Tingkat kesejahteraan negara juga terkait adanya petani di negara tersebut. Tetapi di indonesia khususnya, petani hanya di pandang sebagai pekerjaan kaum bawahan dan tidak dimulyakan seperti para pejuang zaman dahulu. Pemerintah sendiri hanya memperhatikan para pengusaha besar yang bergerak dalam sector ekonomi global.

Problem Sosial

Dalam kehidupan sehari-haripun kaum awam juga menganggap pekerjaan petani masih juga pekerjaan kaum bawahan. Petani adalah orang desa dan pedalaman yang kultur pemikiranya tidak mau maju dan hanya lulusan SD, SMP aja. Dari segi penghasilan mereka tidak bisa mengukur dari bulan ke bulan. Dari segi pengetahuan dan pendidikan mereka sangat minim sehingga petani dianggap bukan golongan penting di masyarakat. Kaum awam tidak mengetahui betapa besarnya manfaat petani bagi mereka dan sebagai sector penting dinegara.

Pada zaman sekarangpun banyak petani yang tidak ingin anak turunnya menjadi petani. Karena mereka tidak ingin anak turunnya menderita seperti mereka sebagai pekerjaan kaum bawahan. Orang tua sekarang banyak yang menyekolahkan anaknya sampai perguruan tinggi untuk menjadi pegawai negeri atau pejabat politik. Hal ini tentu menjauhkan anak untuk kembali menjadi petani.

Problem kebijakan

Pemerintah sendiripun tidak banyak memihak dan memberi apresiasi jerih payah dan proses petani dalam mencapai panen. Pada khususnya pemerintah desa yang langsung berhadapan dengan petanipun belum bisa memberi dan mengerti apa yang dibutuhkan petani pada saat ini. Alokasi dana desa banyak diperuntukkan pembangunan infrastruktur padahal jalan-jalan sudah bagus bukan untuk membangun sarana dan prasarana pertanian. petani harus mengikuti kemajuan ekonomi global pada zaman sekarang.

Penjualan hasil tani Indonesia di pasar umum lebih mahal dari pada dari luar negeri. Sebab pemerintah terlalu mudah memberi ruang gerak bagi petani luar negeri untuk menjual hasil taninya di pasar indonesia. Jadi untuk petani Indonesia tidak bisa bersaing dengan mereka karena masyarakat lebih memilih membeli produk yang lebih murah dan berkelas dunia.

Di Indonesia sudah banyak pabrik-pabrik disetiap wilayah. Beberapa pabrik itu langsung bersentuhan dengan lahan petani dan kependudukan sekitar. Masyarakat yang langsung bersentuhan dengan pabrik dirugikan dengan pelimpahan limbah pabrik kesungai baik dari aspek kesehatan, lingkungan dan pertanian. Hal ini menyebabkan tumbuhan-tumbuhan yang ada disawah mati.



Problem Ekonomi

Ada pendapat bahwa kemajuan dan kemrosotan ekonomi juga dikarenakan pertanian di Indonesia. Hal ini karena petani tidak bisa memenuhi kemauan konsumen yang sangat banyak. Sementara petani tidak bisa memberikan apa yang diinginkan pasar.

Alasannya adalah karena pemerintah sendiri memberi harga bibit dan pupuk sangatlah mahal jadi belum tentu semua petani memiliki modal untuk memenuhi kebutuhan pasar. Karena pada dasarnya bibit dan pupuk yang sangatlah dibutuhkan dalam kegiatan petani. tetapi jika mereka tidak bisa mendapatkan itu semua kegiatan cocok tanam yang dilakukan petani tidak akan ada.

Dalam segi persainganpun petani Indonesia masih kalah dengan luar negeri. kenyataannya produk hasil tani luar negeri berani membuka harga yang murah dengan kwalitas sama dengan produk dalam negeri.

Diantara penghambat kemajuan ekonomi petani Indonesia adalah para pengepul dan pabrik pabrik yang membeli hasil tani secara murah. Tetapi kemudian mereka menjual kembali dengan harga sangat tinggi, bisa tiga empat kali lipat. Karena mereka sudah memberi nilai tambah pada produk tersebut sehingga bisa menguasai pasar.


Problem Alam

Dalam bidang pertanian, alam merupakan hal yang tidak bisa lepas dari cocok tanam petani. Tetapi pada saat ini alam masih kurang bersahabat bagi petani. karenakan cuaca yang berubah ubah dan tidak menentu. Bila memaksakan bertani maka hasilnya tidak akan baik seperti apa yang diinginkan petani.

Selain itu ada factor lain yaitu hewan-hewan yang suka memakan tanaman para petani. Hewan itu berupa belalang, tikus, ulat, burung dan lain sebagainya. Hal ini merugikan petani dalam mencapai keberhasilan panen.

Akan lebih tidak lucu lagi bila ada seorang petani tetapi mereka menggrap lahan orang lain untuk bercocok tanam. penghasilan merekapun berkurang karena adanya pembagian hasil antara pengarap dan pemilik tanah.

saat ini banyak sungai sungai yang kering dimana mana. akibatnya air yang dibutuhkan petani berkuarang padahal petani tidak bisa lepas air untuk menghidupi tumbuhan-tumbuhan mereka. adapula sungai-sungai yang tercemar limbah pabrik dan menyebabkan tumbuhan tidak baik bahkan bisa mati.

Petani dalam saat bercocok tanam sangatlah menginginkan tanah yang subur untuk tumbuhan mereka supaya menghasilkan hasil yang baik. Tanah yang tidak subur menjadi kendala bagi petani. mereka hanya pasrah saja disaat mengarap tanah yang tidak subur itu. mereka tidak akan mendapatkan hasil yang baik dan memuaskan.

Problem dari Petani

Petani sendiri masih kurang strategi dalam bertani atau bercocok tanam, padahal strategi dibutuhkan untuk bisa mengikuti gaya pertanian zaman sekarang. agar bisa menghitung angka kerugian dan keuntungan disaat melakukan jual beli hasil tani.

petani sekarang tergiur dengan system pupuk yang instan. penggunaan bahan kimia menghasilkan panen secara cepat. Akan tetapi mereka tidak menyadari betapa ruginya mereka menggunakan pupuk kimia tersebut. Kerugian menggunakan pupuk kimia membuat tanah cepat tandus dan mati perlahan-lahan. Hal ini disebabkan karena tanah tidak kuat diberi bahan kimia terus menerus dan tanah tidak akan subur kembali sebelum pemulihan secara alamiah.

Selain itu problem petani kurang mengerti betapa pentingnya tanah untuk mereka. mereka masih sering tergiyur dengan harga tanah yang tinggi dan menjualnya ke tuan tanah. padahal disaat mereka menjual tanah, mereka sudah kehilangan asset yang sangat berharga karena tanah juga bisa diwariskan kepada anak turunnya. Selain itu, tanah juga merupakan barang yang berharga karena segala kegiatan ekonomi bisa dibangun dan dihasilkan dari tanah.

Tidak bisa dipungkiri lagi tanah merupakan hal yang paling penting dalam cocok tanam. Akan tetapi belum semua petani mengerti tanah mana yang subur dan yang tidak subur, sehingga mereka tidak bisa mendapatkan hasil yang diharapkan.
gambar: http://www.medanbisnisdaily.com/



SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :