Penghujung Ramadhan

Rembulan

oleh mujab

rembulan dinihari lesu di ujung langit
diantara beberapa gugus mendung yang terjebak malam
ufuk timur tak juga terang sekedar menemani bulan menguak gelap
sementara ratap masih tercecer di sana

kutengadahkan wajah ke cakrawala
terlihat bintang terkantuk-kantuk di sela kelam
menyimak dzikir sepi nyaris tanpa suara
merangkai sayup doa-doa yang didera putus asa

embun temaram tercampur air mata mengering
hingga lupa bahwa embun adalah air juga
hati-hati berontak diantara ketidakpastian
diiringi lolong setan hutan dikejauhan

sementara bulan masih termenung di pojok langit
tak juga lelap mataku seakan barusan terbangun
merenungkan asa di ujung ramadhan
direlung batin yang tak juga beranjak

lara makin tercerai berai
bagai serakan awam diterbangkan dingin
mencoba membungkus rembulan di ujung lamunan
berharap mujizat diantara jemari tangan

kakiku terlipat diantara dingin
jemariku terbuka entah apa yang diharapkan
doaku hambar antara harap dan ketidakyakinan
bahwa siang akan mengabarkan berita gembira

ramadhan tentu akan segera berlalu
menggulung dosa sebagaimana difatwakan kiai
namun benarkah dosa sudah hilang dari umat Mu
sementara serakah masih menggelayut di penghujung malam

gambar: panoramio
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :