Ungkapan Cinta Seniman Muda untuk Indonesia

oleh: mujab

Wage Rudolf Supratman bisa jadi salah satu seniman Indonesia yang memiliki ideologi dan rasa cinta tanah air yang luar biasa. Betapa tidak, lagunya menunjukkan bahwa ia memiliki pandangan jauh ke depan dan tekad luar biasa mengenai Indonesia. Dalam lagunya yang dikarang dan kemudian menjadi lagu kebangsaan, Supratman menuangkan pandangan, harapan, doa dan semboyannya tentang Indonesia.
Wage Rudolf Supratman
Supratman muda menggubah lagu Indonesia Raya saat usianya masih muda, 21 tahun. Saat dimana seseorang masih kuat idealisme nya, masih kukuh keberaniannya, masih cerdas pemikirannya, dan masih sedikit kepentingan politiknya. Namun jiwa dan pemikiran serta rasa cintanya yang sungguh mendalam mengilhami lahirnya syair-syair bermutu. Ungkapan rasa cintanya yang dalam sulit dicari tandingannya, dan masih relevan untuk memberikan pembelajaran akan rasa cinta tanah air dan bangsa yang mendalam bagi seluruh bangsa ini.

Syairnya sangat inspiratif, lugas, tegas sekaligus indah. Harapannya besar, doanya mulia dan bahasanya sebagai ungkapannya cinta Indonesia sungguh sempurna. Tanah diletakkan sebagai hal penting dan krusial yang menjadi simbol kedaulatan sebuah bangsa. Tanah atau land memang menjadi simbol kedaulatan sebuah bangsa yang memiliki wilayah. Sejarah perjuangan bangsa-bangsa tidak bisa lepas dari yang namanya tanah dalam membangun kedaulatannya. Supratman mengajak dan mengajaran kepada seluruh elemen bangsa ini untuk menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Tanah di sini tentu mencakup bumi, air, ruang angkasa, beserta seluruh kekayaan alam yang terkandung didalamnya. Itu semua kemudian dituangkan dalam tiga stanza lagu Indonesia Raya. Ini bisa menjadi inspirasi bagi kaum muda Indonesia yang mengambil bidang seni dan musik sebagai jalan hidup hendaknya tetap memelihara ideologi dan rasa cinta kepada Tanah Air Indonesia. Kedaulatan bangsa, kerelaan membela Indonesia hendaknya juga dilakukan melalui seni dan musik.

Empat tahun setelah lagu itu digubah atau tepatnya ketika tanggal 28 Oktober 1928 Indonesia Raya dikumandangkan untuk pertama kali dalam bentuk instrumentalia. Semboyannya untuk merdeka masih terlalu sensitif untuk situasi politik waktu itu. Sedih sekali jika mengingat bahwa Supratman tidak sempat menghirup udara kemerdekaan sebagaimana dia semboyankan di dalam syairnya tersebut karena meninggal di tahun 1938. Semboyannya untuk merdeka kemudian diwariskan kepada bangsa ini dan mungkin adalah persembahan terbesarnya.

Berikut adalah syair Indonesia Raya.

I
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

reff
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta 2X

II
Indonesia Tanah yang mulia
Tanah kita yang kaya
Di sanalah aku berada Untuk slama-lamanya
Indonesia Tanah pusaka Pusaka Kita semuanya
Marilah kita mendoa Indonesia bahagia

Suburlah Tanahnya Suburlah jiwanya
Bangsanya Rakyatnya semuanya
Sadarlah hatinya Sadarlah budinya
Untuk Indonesia Raya

kembali ke reff

III
Indonesia Tanah yang suci Tanah kita yang sakti
Disanalah aku berdiri menjaga ibu sejati
Indonesia! Tanah berseri Tanah yang aku sayangi
Marilah kita berjanji Indonesia abadi

Slamatlah Rakyatnya Slamatlah putranya
Pulaunya lautnya semuanya
Majulah Negrinya Majulah Pandunya
Untuk Indonesia Raya

sumber: id.wikipedia.org,




   
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :