Sisa Air Hujan Senja Ini


oleh; mujab


Indonesia memiliki dua musim, musim kemarau dan musim hujan.

Musim hujan memiliki cerita tersendiri bagi dedaunan dan capung yang harus telaten mencari serangga kecil diantara gerimis senja ini.

Sesekali hinggap di ujung besi untuk mempermudah melihat mangsa, untuk kemudian terbang lagi menyergap serangga untuk dimakan.

Ada beberapa titik air hujan tertinggal di sebagian sayapnya.

Matahari yang tidak nampak sejak pagi menyebabkan suasana tidak terang tidak gelap, tetapi cukup sulit menghitung waktu apakah sudah siang, pagi atau menjelang petang.

Hal ini juga menyebabkan pengambilan gambar harus lebih teliti.

Sisa hujan masih yang masih gerimis kembali membasahi sebatang daun singkong di belakang rumah.

Pohon singkong itu agak miring karena daunnya yang lebar ke segala arah seakan menadah air hujan dan menyisakan titik di ujung-ujungnya.

Batang pohonpun kemudian menjadi miring karena beban lebih berat.

Dedaunan singkong itu seperti bertabur berlian.

Tetes air hujan juga terjebak di beberapa lembar daun talas.

Mengkilap bagai butir-butir mutiara bening. sesekali bergoyang karena tertiup angin kecil dan air yang terjebak sudah banyak.

Akhirnya air tadi tumpah dan menyisakan beberapa titik saja.

Lainnya tertinggal di ujung-ujung daun pepaya. Banyak air sudah tertetes jatuh dari daun berjari-jari tersebut, namun masih ada setetes dua tetes yang sempat dipotret.


lokasi pengambilan gambar:
kalibening, Salatiga, Jawa Tengah

waktu pengambilan gambar: 
sekitar pukul 16.00 Sore
lensa:
EF-S 55-250mm 1:4-5.6 IS





SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :