Tentang Selembar Fotomu


jarak dan waktu (umpama)
oleh: mujab


sungguh kejam sang kala
bukan karena bertaring atau berbisa
sehingga mencabik daging punggungku
atau meracuni tubuhku
namun karena terlalu dalam
menancapkan rasa ingin bertemu dengan mu

sungguh kuat sang sela
bukan karena menggulung dunia dalam genggaman
sehingga mengesampingkan indah pantai dan segar bukit
atau meniadakan indah dirimu
namun karena tiada ampun memisahkanmu
aku disini dan sampean jauh di sana

sesungguhnya di balik senyum yang biasa ku munculkan di blog ini
ada hati yang berdarah-darah karena tercabik-cabik di sana
ada rasa yang membeku dan membatu menghitam diantara luka
warna indah yang seharusnya ada di sana telah kusam menggambarkan duka
saat mata tak mampu mengikuti angan yang jauh tak terbatas dalam melukis dirimu
saat logika lelah memunculkan tanya saat angkuh tak kuat atas pemberontakan dada

dinding langit capek mendengar keluhan ku
angin malam tak lagi menyapa rinduku yang membatu
sinar rembulan sudah lama pergi takut kuratapi lagi
jemari ku lelah menggambar indah senyum mu
kata-kata dalam panjatan doaku tidak lagi jelas memintakan apa
mengeja namamu sementara aku tidak tahu sedang apa sampean di sana

aku sedih ketika terpaksa menuliskan lagi bait-bait suram ini
entah iya entah tidak namun aku tidak tahu apakah sampean di sana tahu
mulut ku teriak-teriak tiada suara seruan ku keras-keras tiada menembus kala
kala sang sela dan sang kala membelenggu dengan kejamnya/

Gili Trawangan, 5 Mei 2015




SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :