Studi Banding Warga Kaliangkrik dan Ngablak ke SPPQT

Peserta studi banding mendengarkan penjelasan tentang
sumur resapan dari tim SPPQT dan pemdes Patemon

Patemon, Caping. Sekitar 60 orang warga dari dua kecamatan di Kabupaten Magelang berkunjung ke Desa Patemon Kec. Tengaran Kab Semarang pada Selasa, 5/1. Rombongan yang memenuhi sebuah bis besar dan elf itu datang di Patemon sekitar Pukul 10.00 WIB. Rombongan disertai tim SPPQT yang telah mencegat mereka di jalan mengingat rombongan belum pernah melewati jalan menuju lokasi.

Rombongan ini terdiri dari Camat Kaliangkrik beserta warga dari 5 desa di sana. Selain itu juga rombongan dari Desa Tejosari, Ngablak, Magelang yang disertai Kepala Desa nya. Rombongan dari kaliangkrik datang menggunakan bis besar, sedangkan warga ngablak datang menggunakan kendaraan tiga perempat yaitu elf.

Nampak Camat Tengaran didampingi Kepala desa Patemon beserta jajarannya sudah berdiri menunggu di depan balai desa. Mereka kemudian menyalami satu persatu peserta studi banding ini sebelum memasuki ruang yang disediakan.

Tim dari SPPQT juga nampak berbarengan memasuki ruangan setelah sebelumnya juga disambut oleh Kepala desa Patemon dan Camat Tengaran. Tim dari SPPQT ini bersama pemerintah desa patemon bersama-sama memberikan penjelasan mengenai sumur resapan di patemon yang dikembangkan bersama SPPQT dan CCFI.

Kepala desa dalam sambutannya mengatakan bahwa manfaat sumur resapan besar sekali. Menurutnya tahun ini setelah mengembangkan sumur resapan patemon tidak lagi meminta drop bantuan air bersih sebagaimana tahun-tehun sebelumnya. Hal ini karena mata air yang ada masih mencukupi padahal kemarau tahun ini lebih panjang. Kepala desa berkeyakinan keberadaan sebanyak 288 unit sumur resapan ada pengaruhnya terhadap ketersediaan air di mata air di Patemon.

Salah satu tim dari SPPQT mengatakan kepada para peserta studi banding bahwa Sumur ini merupakan kotal amal untuk anak cucu, karena dengan merelakan tanah untuk dibuat sumur resapan sebenarnya sudah berbuat untuk anak cucu. Dengan membuat dan merawat sumur resapan maka kerja pelestarian lingkungan senantiasa berlangsung terus menerus sehingga anak cucu diwarisi bumi yang tetap subur dan memiliki daya dukung kehidupan yang lebih baik.

setelah sambutan dan paparan dari pemerintah desa dan tim dari SPPQT peserta kemudian meninjau salahs atu unit sumur resapan. Peserta diajak menuju rumah Joko Waloyo, salah satu warga yang membangun 2 unit sumur resapan di depan rumahnya. Peserta melihat-lihat sumur tersebut dan bahkan membuka penutup sumur untuk melihat di dalamnya. Peserta melihat satu demi satu sumur tersebut untuk membandingkan. Setelah puas melihat-lihat peserta kemudian makan siang dan bergerak ke kantor SPPQT./jb
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :