Doa untuk Bumi: Mengembalikan Air ke Alam

SPPQT-NU Kaliangkrik menggelar Istighosah
di Gedung MWC NU Kaliangkrik
Magelang, Caping. Lebih sari seratus orang nampak memenuhi sebuah bangunan belum jadi di Kaliangkrik, Kab. Magelang, pada Kamis, 28/1. Mereka hadir untuk turut memanjatkan doa di acara doa untuk bumi dalam rangka dimulainya pembangunan sumur resapan di kawasan ini. Acara ini dikemas dalam bentuk istighosah dilengkapi dengan pengajian.

Warga berpakaian rapi, berpeci dan duduk memenuhi ruangan dari Gedung NU Kaliangkrik yang sebenarnya baru setengah jadi itu. Di tangan mereka sudah siap lembar doa-doa dan lafald yang nantinya akan diucapkan bersama ketika istighosah dilaksanakan. Di depan ruangan terpampang banner besar bertuliskan Doa Untuk Bumi. Mengembalikan Air ke Alam. Dalam rangka membangun 800 sumur resapan di Gunung Sumbing dan Gunung Merbabu Kab. Magelang. Disebelahnya dipasang juga banner MWC NU Kaliangkrik lengkap dengan gambar rancangan gedung NU nantinya.

Unsur Pimpinan SPPQT, Ulama, Masyarakat dan
Pemerintah Kecamatan terlibat dalam Peletakan Batu pertama

Nampak hadir dalam forum ini para pengurus MWC NU Kaliangkrik selaku yang berketempatan, Muspika Kecamatan kaliangkrik, beberapa pejabat dari Pemda Kab Magelang, dan beberapa Tamu Undangan. Dari SPPQT hadir Ketua Dewan Perwakilan Petani, Surame HS, Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi, Bahruddinm, Sekjen, Khadzik Faisol, Manajer program sumur resapan, Nurul Munawaroh dan beberapa orang penting dari SPPQT lainnya.

Istighosah ini berlangsung khidmad dan khusuk. Sebelum istighosah dimulai didahului dengan sambutan-sambutan. Kemudian Setelah istighosah dilakukan dilanjutkan dengan pengajian dengan tema pentingnya menjaga kelestarian alam dan air untuk masa depan. Pengajian atau mauidlotul khasanah ini disampaikan oleh K.H. Said Asror - Rois Syuriah PC NU Kab Magelang.

Foto bersama
setelah peletakan batu pertama di kantor Kec. Kaliangrik:
Unsur Pimpinan SPPQT, Unsur Muspika, Masyarakat, dan Tim SR
Setelah selesai acara istighosah, acara kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama, pembangunan sumur resapan. Acara peletakan batu pertama ini dilakukan di kantor Kecamatan Kaliangkrik, sekitar 1 km dari lokasi istighosah diselenggarakan. Hadir dalam peletakan batu pertama ini adalah Muspika Kecamatan Kaliangkrik, Tim Sumur Resapan SPPQT dan unsur Pimpinan SPPQT./jb
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :