MANIFESTO MENULIS

........Manifesto menulis dengan cara Surealism......."
Oleh : Syukron

Sumber :http://www.deviantart.com/art/Writing-75333743

ini juga yang menjadi awal hingga hari ini untuk belajar menulis
Andre Breton, penulis asal Prancis menulis sebuah manifesto tahun 1924, “Manifesto Surealisme”. Gerakan kesenian ini merayakan alam mimpi dan pikiran bawah sadar dalam proses kreatif mereka.
Gerakan ini terpengaruh pemikiran Sigmund Freud tentang struktur kepribadian. Freud membagi struktur kepribadian menjadi id, ego, dan superego. Penjelasan sederhananya begini.......
Suatu hari kamu kesal sama guru, dosen, atau bahkan orang tua kamu. Saking kesalnya, kamu ingin sekali meninju mereka. Kinginan kamu meninju mereka itu merupakan dorongan id. Kalau kamu pukul mereka, kamu bakal dikatain sebagai anak kurang ajar karena memukul guru, dosen, apalagi orang tua enggak sesuai sama nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat kamu. Nah, nilai-nilai moral itu disebut superego. Keputusan kamu memukul atau tidak memukul itulah kerja ego.

Dalam kehidupan ini, ego sering enggak adil. Dia selalu menangin superego. Akibatnya, kamu cuma bisa memendam keinginan kamu untuk meninju guru, dosen, atau ortu kamu itu. Freud percaya, hasrat-hasrat yang dipendam dalam bawah sadar itu akan menampilkan dirinya dalam bentuk mimpi, keseleo lidah, kelakuan ganjil, mitos, dan lain-lain...
CARANYA UNIK ADA TIGA yang bisa kita awali
1. Mencatat Mimpi
catatlah mimpi ketika bangun tidur, dan jangan perhatikan apakah mimpimu itu runtut atau tidak yang penting catat saja.. entar juga berguna kalau kamu butuh cerita dari mimpi2mu..
2. Kolaborasi
kolaborasi ini sering disebut “Exquisite Corpse” atau menulis berantai dengan temanmu namun sedikit berbeda yaitu tulis saja sifat tokoh utama temanmu kemudian hasilnya bisa di share dan digabungkan lalu buatlah konflik secara bersama-sama dalam tulisan tersebut.
3. Otomatisme
Cara ini mirip free writing. Kamu duduk saja di depan prangkat menulismu tanpa merencanakan sesuatu. Setelah itu, tulisa saja semua yang kamu pikirkan tanpa melakukan sensor terhadap pikiranmu. Kamu singkirkan dulu ego, lupakan superego. Tulis saja apa yang terlitas dalam pikiran dan perasaan kamu. Tidak usah memikirkan soal logika, baik-buruk, bagus-jelek, masuk akal-tidak masuk akal, dan sebagainya. Biarkan saja semuanya tumpah dalam kertasmu. Setelah itu, baru kamu melakukan proses penyuntingan untuk merapikan tulisanmu. Selamat mencoba!
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :