Tidur ala Rosulullah

oleh: Eling Purwantoyo

Rasulullah saw berangkat tidur di awal malam (setelah isya) dan bangun pada awal seperdua malam yg terakhir. Setelah bangun beliau langsung bangkit untuk bersugi (sikat gigi), berwudlu' dan shalat malam (Tahajjud). Dengan demikian beliau mendapatkan kesegaran dan kekuatan sebagian dengan istirahat dan tidur ; dan sebagian lagi dengan jalan berolahraga.

Beliau tidak pernah tidur melebihi waktu yang diperlukan dan tidak pernah menahan rasa kantuknya untuk segera tidur. Rasulullah saw. tidak pernah tidur dalam keadaan perut penuh oleh makanan ataupun minuman. Beliau tidur di atas kasur yang terbuat dari kulit binatang yang diisi dengan sabut dan tidak pernah tidur di atas tempat tidur yang tinggi.

Tidurnya miring menghadap ke kanan, tidak pernah telungkup. Kepalanya memakai alas bantal dan kadang-kadang meletakkan tangannya di bawah pipi. Beliau senantiasa berdzikir kepada Allah ketika membaringkan badannya di tempat tidur sampai terlelap.

Tidur siang terbagi menjadi tiga macam:

Khulq yaitu tidur yang biasa, yakni tidur karena dalam musafir dan inilah tidurnya Rasulullah saw

Khurq yaitu tidur pada waktu dluha, melupakan pekerjaan dunia dan akhirat.

Humuq yaitu tidur orang bodoh yakni pada waktu Ashar.

Tidur pada waktu subuh berarti menolak rezeki, karena pada waktu itulah semua makhluk mencari rezeki dan waktu itu adalah waktu dibagi-baginya rezeki. Maka tidur pada waktu itu sangat dicela, kecuali karena ada maksud tertentu atau karena sakit.


Dan hadis berikut ini, menunjukkan bahwa Rasulullah saw melarang tidur pada waktu pergantian antara malam dengan terbitnya matahari maupun sebaliknya.

Dari Abu Hurairah, ia berkata : "Rasulullah saw. bersabda : 'Apabila salah seorang kamu tidur pada waktu matahari (masih bersinar), dimana hari beralih menjadi gelap (malam), maka tidurnya sebagian pada waktu matahari masih terbit dan sebagian lagi pada waktu sudah gelap (malam), maka hendaknya ia bangun."/jb
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :