SPPQT Workhsop Desa Produktif di Kemenaker

Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktifitas
memberikan tanggapan dari masukan peserta workshop
Jakarta. Caping. Sejumlah pegiat SPPQT nampak duduk memenuhi ruangan rapat di Direktorat Bina Produktifitas Kementrian Tenaga Kerja di Kawasan Jalan Gatot Subroto, semenjak Jumat pagi, 21/8. Mereka hadir memenuhi undangan workshop Konsep Desa Produktif dari Direktorat Bina Produksi, di bawah Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktifitas.

Workshop ini dihadiri oleh Bahruddin, M. Miftah, Mujab, Abdul Rohim, Raymond Toruan, Luqman Hakim dan Handoko. Mereka adalah para pegiat SPPQT dan mitranya yang selama ini bergiat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Dari kementrian hadir Direktur Jenderal Ir. Khoirul Anwar, MM., Direktur Bina Produktifitas Estianty Haryani, dan beberapa orang staff.

Dalam kesempatan ini SPPQT mendengarkan paparan dari Estianty Haryani selaku Direktur terkait dengan sebuah konsep terkait Desa Produktif yang menggunakan pendekatan ICD. Setelah itu para pegiat memberikan tanggapan, masukan, saran dan kritik atas konsep tersebut.

Bahruddin bersemangat memberikan tanggapan dan memberikan ilustrasi terkait kegiatan pemberdayaan masyarakat yang selama ini telah dilakukan oleh SPPQT. Tidak ketinggalan Bahruddin juga memaparkan konsep jamaah produksi sebagai upaya meningkatkan produktifitas dan keberdayaan masyarakat desa.

Direktur Jenderal Khaoirul Anwar menyambut baik masukan para pegiat SPPQT. Ia berharap segera ada konsep yang bagus dan segera diwujudkan dalam aksi nyata. Selain itu ia juga berharap nantinya di makjomblangi terkait dengan beberapa aspek yang  berkaitan dengan kementrian desa. Sebagaimana diketahui bahwa selain kementrian tenaga kerja, persoalan desa juga banyak diwadahi dalam kementrian desa.

Terkait hasil yang di capai dari kegiatan ini, Mujab, salah satu peserta mengatakan bahwa SPPQT mendapatkan gambaran mengenai konsep pengembangan desa produktif yang selama ini dikembangkan kementrian tenaga kerja. Selain itu SPPQT mendapatkan kesempatan memberikan masukan gagasan, pandangan, sharing pengalaman dan mengkritisi konsep tersebut untuk mendapatkan konsep yang lebih baik. dijelaskan lebih lanjut bahwa SPPQT berkesempatan memasukkan aspek-aspek penting dari pemberdayaan desa terkait dengan konsep pengembangan desa produktif


Workshop berjalan dengan santai namun cukup efektif. Kementrian Tenaga kerja kelihatannya masih harus memperbaiki konsep dan SPPQT kelihatannya juga tetap bersiap untuk memberikan masukan. SPPQT memberikan masukan dan perbaikan konsep yang ada melalui tulisan yang lebih sistematis, berangkat dari diskusi dalam workshop dan dari data-data yang dimiliki./jb

SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :