Renungan dan Sinopsis Drama Tragedi : Romeo and Juliet

Karena tidak ada kisah yang lebih pilu, dari riwayat Juliet dan Romeo ini
(kutipan akhir drama Romeo dan Juliet). 

Sumber gambar
Mendengar William Shakespeare (23 April 1564) pikiran kita lekas tertuju pada drama tragedi berjudul 'Romeo and Juliet'. Apalagi kalimat Juliet perihal nama 'What's in a name?', sangat populer dan disitir banyak kalangan. Padahal penulis kelahiran Inggris ini, sebetulnya tenar tidak hanya dengan Romeo dan Juliet saja, karena Shakespeare menulis drama lain yang tak kalah berhasil seperti  'Henry IV, V, VI, Othello, Macbeth, Hamlet, Cleopatra, King Lear, dan banyak lagi.

________
Tragedi Romeo dan Juliet

Baiklah kita mulai sarikan cerita Romeo dan Juliet ini. Konteks sosial lahirnya cerita adalah lahir di antara perseteruan dua keluarga terpandang di Verona, Italia, pertengahan abad 15 Masehi, yakni antara Montague dan Capulet. Dua keluarga tersebut mewariskan darah kebencian ke-anak-turun termasuk para bujang/ pembantu dan pengawal. Tybalt, Juliet, Samson, Gregorio, Peter, Paris di satu sisi, berhadapan Romeo, Benvolio, Mercutio, Balthasar, Abraham di sisi lain. Mereka tokoh-tokoh yang mewakili dua kubu  saling bertentangan tersebut. Kubu keluarga Montague sangat benci kubu keluarga Capulet, pun kubu keluarga Capulet sangat jijik terhadap keluarga Montague. 

Awal asmara Romeo terjadi saat Romeo telah melupakan cinta lamanya yang bertepuk sebelah tangan pada Rosalinda. Dalam perjalanan selanjutnya pemuda Romeo yang sedang dirundung kegalauan secara tak sengaja menemukan cinta lain dari seorang perawan cantik yang ia temui di pesta topeng keluarga Capulet. Perempuan itu bernama Juliet yang tak lain adalah putri satu-satunya keluarga Capulet. Nah, Capulet asal Juliet seperti disebutkan di atas secara kebetulan adalah musuh dari keluarga Montague dimana Romeo berasal . Di sinilah awal mula konflik dimulai, saat cinta Romeo pada Juliet berpapasan dengan tembok konflik dua keluarga.

Karena konflik kedua belah keluarga sudah terinstitusi dan manifest ke seluruh bagian keluarga, konflik antara keluarga Montague dan Capulet dapat meletup sewaktu-waktu. Termasuk dalam sebuah pertemuan di jalan raya Verona, saat Tybalt dari Capulet terlibat perseteruan dengan Mercutio. Tybalt yang berhasil membunuh Mercutio akhirnya malah terbunuh oleh pedang Romeo. Kematian Tybalt dan Mercutio adalah korban awal dari tragedi konflik Montague dan Capulet. Dan akibat terbunuhnya Tybalt ini, Escalus sang pangeran Verona yang menjadi mediator konflik menjatuhi hukuman pengusiran Romeo ke Mantua. 

Selanjutnya pengusiran Romeo ke Mantua menguji cinta Romeo-Juliet dalam tegangan-tegangan tekanan dan kenyataan. Romeo dan Juliet berhasil membuktikan cintanya, dengan secara sembunyi dihadapan pendeta Lorenzo mengikrar tali cinta pernikahan tanpa diketahui keluarga. Baik, Capulet maupun Montague tak pernah tahu hubungan gelap penikahan putera-puterinya, Juliet dengan Romeo.

Muncullah Paris seorang laki-laki yang dekat dengan pangeran Verona dan berhasil meraih hati keluarga Capulet. Paris adalah musuh bersama yang nyata akan mengganggu asmara Romeo - Juliet. Capulet mempersiapkan dan menggadang-gadang Paris sang bangsawan-rupawan sebagai calon suami Juliet.

Keadaan Juliet yang tengah terdesak oleh keinginan Capulet ibunya untuk menikahi Paris tidak bisa ditahan. Juliet yang tertekan oleh keluarga dan risau atas pengusiran Romeo akhirnya membuatnya nekat bersandiwara meminum air racun palsu atas saran Lorenzo Si Pendeta Fransiskan. Lorenzo pemilik racun palsu penidur, menjamin bahwa racun palsunya bekerja dengan membuat Juliet tertidur dalam waktu 42 jam sejak diminum.

Lorenzo sebagai konsultan asmara Romeo dan Juliet mengatur agar drama kematian palsu itu berakhir dengan pemikiran keluarga Capulet bahwa putrinya telah mati karena racun. Dengan ulah racun palsulah dalam pikir Lorenzo, ia berharap Juliet bisa terhindar dari pernikahan sekaligus nantinya mewujudkan mimpi cintanya dengan menyusul Romeo yang ada di Mantua.

Sayang, narasi indah Lorenzo gagal dan membuahkan tragedi, karena saat itu sedang terjadi darurat sipil di Verona yang membuat asisten Lorenzo gagal mengkomunikasikan sandiwara kematian Juliet dengan Romeo yang saat itu berada di Mantua. Romeo yang gagal diberi informasi tentang drama kematian Juliet, malah mendapat informasi yang salah dan termakan guyonan dari Balthasar hambanya, jika Juliet benar telah meninggal karena minum racun.

Akibat mendengar kabar salah dari pengikut, Romeo yang sedang hancur hatinya berencana ingin menyusul pula kematian Juliet yang berada di pemakaman rumah keluarga Capulet tempat Juliet dimakamkan. Romeo telah menyiapkan racun betulan untuk nanti akan diminum disamping jenazah Juliet yang dipikirnya telah mati.

Di pemakaman Juliet, Paris yang tahu jika Romeo berada di makam Juliet menyelinap dan marah pada Romeo. Paris berusaha mencegah dengan menyerang Romeo. Terjadilah pertarungan antara dua pemuda yang sama-sama mencintai Juliet. Nahas, justru Paris yang mati di pemakaman keluarga Capulet.

Setelah membereskan Paris, kemudian Romeo meminum racun yang dibeli 40 keping emas dari seorang penjual racun miskin di Mantua. Romeo-pun meninggal, sebelum Juliet siuman dari racun palsu yang diberikan Lorenzo.

Dalam siumannya dan melihat keberadaan Romeo yang memegang botol racun disampingnya, Juliet hancur hati. Dalam keadaan kalap itu, akhirnya Juliet memutuskan untuk menusukkan pisau milik Romeo yang digunakan untuk membunuh Paris ke arah dadanya. Hasilnya, Juliet mati dengan pisau, sementara Romeo mati karena racun.

Lorenzo yang hadir terlambat adalah saksi dari seluruh tragedi pilu. Ia hanya sanggup meratap seluruh tragedi kematian di depan mata yang saat itu ia hadapi. Lorenzo secara nyata telah menjadi seorang rabi yang teledor dan gagal mewujudkan misi cinta Romeo dan Julia menjadikan bahagia. Lorenzo justru harus menerima kisah cinta Romeo dan Julia berakhir tragedi.

Drama ini berakhir dengan kehadiran keluarga Capulet, Montague dan pangeran Verona di lokasi makam Capulet. Tragedi tragis dengan kematian dua insan ini sedikit terobati sebab kemudian mediasi pangeran dengan bantuan cerita pendeta Lorenzo berhasil merujukkan dua keluarga yang telah kehilangan putra-putri terbaiknya. Montague dan Capulet-pun sepakat menjadikan momentum kematian Paris, Romeo dan Juliet sebagai awal antar mereka berdamai. Montague dan Capulet rujuk.

Refleksi

Romeo dan Juliet? Ia adalah kisah cinta dua insani yang tumbuh dalam ironi yang akan menjalani tragedi demi tragedi memilukan. Kebencian keluarga seakan menjadi alasan rasional dari segala kerusakan-kerusakan yang tak tertolong. Rasa cinta tulus dua insan itu tumbuh di atas nyala api kebencian yang tak mungkin padam.

Hubungan Romeo dan Juliet adalah cinta biasa yang spontan, kemudian menjadi petaka saat dihubungkan dengan persengketaan keluarga masing-masing. Kultur yang melingkupi Italia dimana feodalisme masih kuat menjadikan dua keluarga aristokrat Montague dan Capulet terlibat dalam kompetisi. Dalam struktur sosial seperti itulah kisah Romeo dan Juliet harus didudukkan.


Nah, keluasan pandangan akan kita peroleh jika kita menarik peristiwa kisah Romeo dan Juliet ke atas bangunan struktur sosial seperti ini. Akhirnya, bisa jadi tragedi itu akan relatif tereduksi kalau saja Montague dan Capulet berada pada sistem sosial yang tidak aristokratis dan feodal. Itulah sebab, Shakespeare dalam otak saya adalah penulis yang berhasil oleh karena ia sukses dalam mencomot peristiwa pilu dari keberadaan struktur sosial yang mengebiri kebebasan cinta laki dan perempuan dalam sebuah cerita drama. (AB).
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :