Potensi Air yang Besar Perlu Dilestarikan

Tim berada di bibir jurang kali kuning
mengamati mata air umbul wadon
Sleman, Caping. "Instalasi ini mengolah air dari dua sumur. Satu di sumur ini dan satunya lagi di sumur berjarak beberapa kilo dari sini." Demikian Jarwadi (45) petugas penjaga salah satu instalasi pengolah air PDAM Sleman menjelaskan kepada Caping ketika menerima tim dari SPPQT Kamis, 28/5. Tim dari SPPQT ini sedang dalam rangka melakukan survey mataa air. Survey dilakukan untuk mengetahui informasi dasar mengenai potensi dan mata air di Sleman khususnya yang dikelola PDAM.

Survey dilakukan karena SPPQT mempunyai wacana pengembangan sumur resapan di kabupaten Sleman ini setelah sebelumnya sukses mengembangkan sumur resapan di Kota Salatiga dan Kab. Semarang. Sebelumnya SPPQT telah membangun 920 unit sumur resapan untuk turut menjaga keberlangsungan mata air di Mata Air Senjoyo dan Ngablak. Keduanya di Kab. Semarang. Namun Penggunaannya di kawasan Salatiga dan Kab. Semarang.

Tim Survey dari SPPQT ini dipimpin oleh koordinator tim, Mujab dan beranggotakan Ahmad Darodjat JK dan Muhlisin. Tim menggali informasi mengenai mata air ini untuk mendukung wacana pengembangan pengembangan sumur resapan tahap berikutnya. Adapun pengembangannya meliputi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta.

"Tim kemudian bergerak ke Kawasan mata Air Umbul Wadon, karena menurut informasi awal yang kami miliki mata air ini menopang kebutuhan air bersih untuk PDAM di Kab Sleman dan Kota Jogjakarta." Kata Mujab sesaat sebelum naik ke Umbul Wadon. Setelah beberapa kali mencari informasi lokasi akhirnya tim diantar oleh seorang warga menuju lokasi. Bahkan warga yang bernama SOfyan tersebut berninisiatif menjadi driver agar tidak banyak bertanya.

Tim kemudian tiba lokasi di daerah Umbulharjo, Cangkringan, Kab Sleman. tiba di lokasi tim disambut tulisan dilarang melintas. Berbahaya. Tim kemudian bertanya pada pedagang di sekitar mobil diparkir tentang lokasi umbul wadon. Pedagang tersebut menunjukkan lokasi dan menyarankan untuk hati-hati bila hendak menuju lokasi tersebut.

Ketika tim maju sekitar 100 ke depan didapati bibir jurang sedalam lebih dari 80 meter di depannya. Rupanya itu adalah jurang kali kuning yang mana mata air umbul wadon berada di hulu sungai tersebut. Tim berdiri di bibir jurang dan mengamati dari jarak sekitar 200 meter dengan kedalaman lebih dari 80 meter. Setelah berbincang-bincang dan mengamati beberapa saat tim kemudian meninggalkan lokasi.

"Wah letaknya di lereng begini, bagaimana mau membuat sumur resapan di wilayah tangkapannya sedangkan daerah tangkapannya adalah lereng terjal dan berbahaya.? Nanti akan kita lihat lebih lanjut dan digali informasi lebih jauh tentang mata air ini," Kata Mujab menambahkan. "Kami bersama tim ini telah mensurvey lebih dari 8 Mata Air di Jawa Tengah dan Sleman Jogjakarta ini. Sangat besar potensinya. Potensi air yang besar perlu dilestarikan." Kata Mujab menutup keterangannya./jb
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :