Manusia dan lingkungan hidup

Hari Lingkungan Hidup Se-dunia 2015


Oleh: Mujab

Allah telah menegaskan bahwa segala kerusakan di muka bumi ini tidak lain dan tidak bukan akibat ulah manusia, bukan ulah syetan apalagi malaikat. ~(QS: Ar-Rum Ayat: 41)

Allah mempertegas lagi dengan firman Nya bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi. Khalifah tentu memiliki kewenangan untuk mengelola, mengatur, mengakses, melakukan kontrol dan sekaligus kewajiban memelihara, melestarikan dan menjaga keberlanjutan daya dukungnya.~Albaqoroh (2:30)

Allah bahkan memberikan gambaran terhadap perilaku orang-orang terdahulu bahwa mereka memberikan banyak pembelajaran tentang bagaimana akibat yang mereka terima atas perilaku orag-orang terdahulu dalam berhadapan, memanfaatkan, mengelola dan berinteraksi dengan alam. “Katakanlah, ‘Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu.’ Kebanyakan mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)" ~(QS: Ar-Rum Ayat: 42)

Allah menjelaskan bahwa manusia sebagai khalifah di muka bumi ketika awal penciptaannya di hadapan para malaikat. Hal tersebut kemudian dikomentari malaikat dengan sebuah pertanyaan mengapa Allah menciptakan makhluq yang akan membuat kerusakan di dalamnya dan saling menumpahkan darah. Namun tuhan menjawab komentar tersebut dengan firmanNya bahwa Allah lebih tahu atas segala hal yang tidak diketahui. Dalam hal ini manusia kemudian dikaruniakan ilmu, pengetahuan, kemampuan (keharusan untuk) berpikir dan ketrampilan.

Allah dalam firmanNya yang lain menjelaskan bahwa Manusia dalam menjalani kehidupan diberi rambu untuk tidak berbuat kerusakan. Artinya dalam mengupayakan kehidupan dari alam dan lingkungan di muka bumi ini, manusia harus memperhatikan aspek kelestarian, keberlanjutan, sehingga terhindar dari kerusakan. "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya," demikianlah Firman yang telah diturunkan dan sebagai rambu-rambu yang harus ditaati. ~(QS: Al-A'raf Ayat: 56)

Allah menjelaskan bahwa larangan berbuat kerusakan itu seharusnya menjadi bagian dari konsep hidup. Artinya bahwa urusan menjaga kelestarian lingkungan ada kaitannya dengan kehidupan di dunia dan akhirat. Bahkan hal tersebut diuraikan dalam satu ayat. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Allah berfirman bahwa kehidupan manusia sungguh tidak bisa terlepas dari alam dan lingkungan. Allah bercerita bahwa bumi yang sumur, tumbuhan, hewan, air, adalah satu kesatuan yang harus dijaga dan dilestarikan karena dari sanalah daya dukung kehidupan berasal. "Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman." ~(al-An’am (6: 99)

Allah menyinggung persoalan air dan ini menunjukkan bahwa air adalah bagian dari lingkungan yang harus benar-benar diperhatikan, dijaga kelestariannya, dihindarkan dari polusi dan pencemaran dan dikelola dengan baik. Secara tegas Allah berfirman : Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu hidup. ~(QS. al-Anbiya’ (21:30)

Selamat hari lingkungan hidup sedunia. Seven Billions Dreams. One Planet. Consume With Care
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :