Koperasi Serba Usaha Qaryah Thayyibah lakukan Pra RAT

Logo Koperasi Indonesia
Suruh. Caping. "Nama Qaryah Thayyibah sudah tidak bisa digunakan lagi karena di Propinsi Jawa Tengah nama ini sudah ada yang memakai, yaitu KSP Qaryah Thayyibah. Jadi kemudian digunakan nama lain." Demikian Muhlisin, Sekretaris KSU Agro Utama Q-Tha menjelaskan perihal penamaan KSU yang tidak secara eksplisit memakai nama KSU Qaryah Thayyibah. "KSP kita sudah memakai nama Qaryah Thayyibah dan tadi menurut pengarahan dari Dinas Koperasi Propinsi Jawa Tengah, KSU ini tidak boleh menggunakan nama yang sama." Katanya kepada Caping di Kantor SPPQT, Rabo, 13/5.

Koperasi serba usaha yang dimiliki Qaryah Thayyibah memang hingga hari ini belum berbadan hukum. Hal ini agak berbeda dengan Koperasi Simpan Pinjam Qaryah Thayyibah yang sudah terlebih dahulu tumbuh dan berbadan hukum. Begitu pula dengan koperasi sekunder Mentari Qaryah Thayyibah yang sudah terlebih dahulu berbadan hukum. Maka Pra RAT yang digelar di Balai Desa Ketanggi Kecamatan Suruh Kab Semarang ini merupakan langkah persiapan bagi KSU untuk memiliki badan hukum. Termasuk penamaan yang sekiranya sesuai dengan regulasi yang berlaku di pemerintah. Acara Pra RAT ini digelar sejak pukul 10.00 hingga sekitar pukul 15.00 WIB.

KSU Agro Utama Q-Tha baru menjalankan pra RAT semenjak lembaga ekonomi ini didirikan pada 14 Juni 2014 lalu. Koperasi ini direncanakan untuk menangani pemasaran produk-produk pertanian dari anggota SPPQT. Termasuk dalam hal ini memasarkan hasil olahan makanan dari beberapa anggota SPPQT yang berkecimpung dibidang pengolahan makanan. Pada hari selasa, 12/5 sejumlah anggota KSU ini melaksanakan pra RAT. Dalam pra RAT ini diisi dengan beberapa agenda penting, yaitu pelaporan neraca KSU Juni-Desember 2014, penetapan nama KSU dan beberapa agenda lainnya.

Pra RAT ini dihadiri para pegiat SPPQT di bidang ekonomi yaitu Toni selaku ketua bidang pengembangan ekonomi dan pertanian organik. Toni diikuti oleh beberapa stafnya. Hadir Pula Ketua Umum SPPQT, Ruth MS. Selain itu hadir sejumlah pegiat SPPQT lain yang menjadi anggota dari KSU ini. Dari pihak luar SPPQT hadir Perwakilan dari DInas Koperasi Propinsi Jawa Tengah, DInas Koperasi Kab. Semarang dan juga unsur pemerintah Desa Ketanggi selaku yang berketempatan. Di Desa ini pula KSU akan bermarkas sehingga pra RAT ini sekaligus sebagai perkenalan.

Menurut Toni, Ketua Pengurus terpilih, KSU ini bergerak di bidang pemasaran. " Kita akan menangani persoalan pemasaran komoditas dari para anggota. Diantaranya adalah pemasaran sayuran, pemasaran beras organik, dan juga kopi. Selain itu nanti akan ditangani pula pemasaran beberapa produk anggota yang melakukan pengolahan makanan." Kata Toni.

Berkaitan dengan asal usul dari nama yang dipilih disebutkan oleh Muhlisin bahwa nama itu diusulkan oleh Siti Harsun. Agro artinya adalah bertani atau segala hal terkait dengan pertanian. Utama berarti unggul. Bermaksud doa dan harapan agar menjadi koperasi yang besar dan berkualitas. Q-tha adalah singkatan untuk Qaryah Thayyibah.

Adapun yang mengisi jajaran pengurus dan pengawas adalah sebagai berikut:
Pengurus
Ketua: Toni
Sekretaris: Muhlisin
Bendahara: tina

Pengawas:
Ketua: suryati
Anggota:
Tono, zuhadi/jb
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :