Bekal Orang Beriman: Menyimak Syekh Abdul Qodir Al Jaelani



Kaligrafi sifat Allah (http://langitilahi.com/16578/)
Dunia bagi orang muslim dijadikan sebagai bekal untuk tujuan akhirat. Sedangkan orang kafir dunia dijadikan untuk bersenang-senang.

Ketahuilah wahai saudaraku, orang beriman merasa cukup dengan apa yang ada di tangannya, selalu menyedekahkan hartanya untuk bekal dikemudian hari. apa saja usahanya di dunia selalu dipersiapkan menurut kemampuannya. semua kekayaan yang dimiliki dipersiapkan untuk akhirat. Tak heran jika tangannya ringan untuk mengulurkan infaq kepada anak yatim, fakir miskin, kepentingan masjid, kepentingan dakwah, dan untuk keperluan sosial. Bagi orang mukmin, sesungguhnya dunia ini bagaikan samudra yang luas. Sedangkan keimanan bagaikan perahu yang sedang berlayar untuk mencapai pantai harapan.

Lukmanul Hakim pernah berwasiat kepada putranya, beliau berkata, "Wahai anakku, dunia iu laksana samudera, iman bagaikan bahtera, lajunya adalah taat, dan pantainya adalah akhirat."

Wahai orang yang suka bermaksiat, sebentar lagi engkau akan tertimpa kebutaan dan kefakiran hati. Oleh karenannya segeralah bertaubat. Jadilah dirimu sebagai manusia yang dapat menggunakan akal sehat. Jangan sekali-kali menyekutukan Allah dengan harta bendamu. Janganlah hatimu terikat dengan materi duniawi. Lenyapkan sikap rakus dan batasilah khayalanmu. Syekh Abdul Yazid pernah berkata, "Orang beriman yang arif adalah tidak mencari duniasi dan akhirat dari Tuhannya, Tetapi yang dicarinya adalah keridlhaan Tuhannya."

Tuhan berfirman: "Dan kembalilah (bertaubatlah) kepada Tuhanmu. (Quran Az Zumar 54)

Kembali kepada Allah itu dinyatakan dalam benuk rasa taat, unduk dan patuh secara total. Serahkan jiwamu kepada Allah. Kerjakan semua perintahNya dan tinggalkan semua laranganNya.

Wahai saudaraku, di dalam hidup ini engkau akan menjumpai pujian dan celaan/cemoohan. Seperti halnya ada siang dan ada malam, ada musim panas dan ada musim penghujan. Semua itu tidak lepas dari pengawasan Allah. Tidak seorang pun dapat mendatangkan keduanya, kecuali mendapatkan ijin dari Allah. Oleh karena itu, janganlah engkau merasa bangga jika mendapatkan pujian, dan jangan pula merasa sakit hati menakala mendapatkan cemoohan.

Wahai saudaraku, ilmu yang engkau miliki tidak akan bermanfaat jika tidak diamalkan. Ilmu yang tidak kau amalkan sungguh sangat direndahkan oleh Allah. Engkau menuntut ilmu, menegakkan sholat, menunaikan puasa, dan mengeluarkan zakat, karena riya' dengan harapan mereka memujimu. Pujian orang memang mudah dicari. Namun ketika kematian menghampirimu maka siksa kubur akan menghimpit tulang-tulangmu hingga remuk. Pada saat pujian yang kau dapatkan dari manusia tiada lagi berguna.

Wahai orang yang berpaling dari kebenaran, wahai orang yang menyukai barang haram, di dunia ini engkau termasuk pekerja keras, tetapi di akhirat engkau dimasukkan ke dalam neraka karena ibadahmu tidak semata-mata untuk Allah SWT.

Wahai saudaraku, sesungguhnya Islam adalah kerangka yang dibangun di atas syahadat. Karenanya, teguhkanlah lisanmu ketika mengikrarkan Laa ilaaha illallah dalam situasi apapun. Jika engkau punya pendirian kuat terhadap sesuatu selain Allah, berarti ucapanmu itu dusta. Engkau mencoba berbohong kepada ALlah. Ucapkanlah kalimat tauhid itu benar-benar dari dalam hatimu dan dalam lisanmu. Kemudian, lahirmu hendaknya mengerjakan amalan-amalan sesuai dengan hukum-hukum ALlah. SIbukkanlah hatimu dengan mengingatNya.Barang siapa yang mengingat ALlah tentu ia akan menjadi rendah diri dihadapan Allah. Artinya engkau telah menghamba, dan justru Allah memuliakanmu./jb
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :