Tak Hadir Di Peresmian Sumur Resapan, Ganjar Kirim Video

Tengaran, Caping- Peresmian 920 titik sumur resapan di kabupaten Semarang dan kota Salatiga hari ke tiga, kamis (19/3) di desa Patemon, kecamatan Tengaran sedianya dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Pihak SPPQT sebelumnya selalu mengatakan Ganjar harus meresmikan sumur resapan ini karena sebelumnya dirinya yang membuka program sumur resapan ini. Sayangnya, sampai saat peresmian berlangsung, Gubernur Jawa Tengah ini tidak bisa menghadiri. Dirinya diwakili oleh kepala staf PSAD provinsi Jawa Tengah, Prasetyo Budie. 

Meskipun tidak hadir langsung di desa Patemon, Ganjar Pranowo tetap tampil memberikan sambutannya melalui video yang dikirimkannya. Dalam video yang diputar pihak panitia, tidak jelas terdengar apa isi sambutannya. Namun demikian, terdengar samar-samar, Ganjar mengapresiasi program konservasi yang dijalankan SPPQT bekerjasama dengan IUWASH, CocaCola Foundation Indonesia, dan USAID ini. Dalam video ini, dirinya juga meminta maaf karena tidak bisa hadir,"seharusnya saya hadir, nggak apa-apa, yang penting spirit dari bapak-bapak" ucap Gubernur Jawa Tengah ini dalam penggalan videonya. Dalam videonya, dirinya juga mengharapkan bisa mereplikasi (sumur resapan) ke daerah lainnya. Di akhir dari videonya, Ganjar juga mengucapkan selamat, juga apresiasi. "Kerja yang bagus" tutup Ganjar dalam videonya dengan mengacungkan dua jempol. 

Tak hanya video, Ganjar juga memberikan sambutannya yang diwakili oleh kepala PSAD Provinsi Jawa Tengah. Sambutan disampaikan dalam bahasa jawa, karena disampaikan hari kamis. Perlu diketahui, setiap hari kamis, menurut peraturan Provinsi, semua birokrat di Jawa Tengah harus menggunakan bahasa jawa. Dalam sambutannya yang dibacakan Prasetyo Budie, Ganjar menilai dengan sumur resapan bisa menanggulangi banjir dan membantu ketersediaan air saat musim kemarau. Dirinya (Ganjar) menganggap sumur resapan sebagai cara untuk menabung dalam bentuk air. 

Ganjar menghimbau untuk masyarakat mendorong program ini untuk bisa diteruskan secara mandiri, tidak bergantung semuanya  kepada adanya bantuan dari mitra atau pemerintah saja. Menurutnya, semakin banyak sumur resapan yang dibangun, semakin banyak manfaatnya untuk mengurangi resiko bencana banjir. (es)
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :