Insinyur Pertanian Jangan Hanya di Kantor, Harus Ada di Lapangan: Presiden

news
Jokowi memberikan sambutan
Subang, Caping. - Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Widodo bersama Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera), Basuki Hadimuljono melakukan blusukan ke daerah Jawa Barat untuk memantau pelaksanaan program pertanian di Kabupaten Subang, Jum'at (26/12). Hal ini sebagaimana dilaporkan dalam laman Kementrian Pertanian.go.id.

Mengawali kunjungannya, Presiden menghadiri acara penganugrahan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi di Sukamandi.

"Saya gregetan, negara yang kaya dan sawahnya sangat luas seperti ini, tapi kita masih impor, saya malu," ungkap Presiden.

Pernyataan tersebut didukung pengalamannya di ASEAN Summit ketika bertemu Presiden Vietnam yang menanyakan kapan Presiden Jokowi akan beli beras lagi dari Vietnam

"Saya tidak mau ada pertanyaan seperti itu lagi dari koleganya, presiden atau perdana menteri yang lain,” pesan Presiden kepada Mentan usai pertemuannya dengan Presiden Vietnam.

Presiden menyampaikan harapannya bahwa maksimal dalam waktu tiga tahun Indonesia harus swasembada, dan swasembada ini tidak boleh ditawar.

Presiden memberikan dukungan untuk swasembada tersebut dengan memberikan bantuan rehabilitasi infrastruktur, alsintan, pupuk dan benih. Presiden menyampaikan keyakinan dari program swasembada tersebut akan tercapai dalam target tiga tahun ke depan.

"Saya mendapat bisikan dari Mentan, mudah-mudahan sebelum tiga tahun bisa (tercapai),” ujar Presiden.

Namun disela-sela sambutannya, Presiden memberikan catatan kepada Mentan, apabila dalam tiga tahun Presiden mendengar masih ada impor karena stok kita kurang, Presiden akan memastikan mengganti posisi Menteri Pertanian. Presiden kembali menyatakan keyakinannya bahwa, sebelum tiga tahun swasembada akan dapat dilakukan dengan konsentrasi kerja mencontohkan yang telah dihasilkan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi untuk menghasilkan Varietas Unggul Baru (VUB) Inpari yang mampu memproduksi 8 ton per-hektar.

Dukungan terhadap produktivitas tersebut, menurut Presiden adalah dengan melakukan pendampinganan bimbingan terhadap petani.

"Ada yang insyinur-insiyur pertanian di Kementerian Pertanian, jangan berada di kantor, harus selalu dilapangan, berikan bimbingan ke petani agar dapat mengetahui kesulitannya petani apa, kekurangannya petani apa. Semua harus kembali ke lapangan lagi", ungkap Presiden.

Untuk mendukung produktivitas dan indeks pertanaman, Presiden akan membangun 30 bendungan, dan dimasa perkembangannya akan dilaksanakan dukungan dari daerah menjadi 49 bendungan./jb
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :