Menentukan harga produk


oleh:mujab

Ilustrasi Harga

Produk anda perlu dijual, dan untuk itu harus ada harga. Ada yang sudah jelas berapa harga yang harus dipasang, namun tak sedikit masih kebingungan dalam menentukan harga. Harga menjadi salah satu faktor penentu yang sangat penting dalam menjelaskan mengapa sebuah produk laris atau tidak laris.

Pertimbangan harga adalah mendapatkan keuntungan dari penjualan harga tersebut di satu sisi dan bagaimana pembeli mendapatkan harga murah sehingga tertarik untuk membeli di sisi lain. Fungsi pertama adalah sebagai alur pendapatan dan fungsi kedua adalah sebagai alur permintaan dari konsumen.

Produk akan mendatangkan pandapatan keuntungan per item besar jika dijual mahal. Konsekuensinya barang yang terjual sedikit. Sebaliknya pendapatan per item akan sedikit tetapi akan menarik di mata konsumen sehingga akan banyak barang yang terjual. Dua hal penting ini perlu dipertimbangkan dengan matang. Faktor lain dalam penentuan harga adalah jenis barang atau produk yang dihasilkan, permintaan pasar, persaingan, dan beberapa faktor lain. Sehingga bisa disimpulkan bahwa menentukan harga tidak sebatas menambahkan sejumlah nilai dari ongkos produksi semata.

Rifa Hanafie dalam bukunya Pengantar Ilmu Pertanian menyebutkan beberapa pertimbangan dalam menentukan seberapa besar produk anda akan dipasang harga:

1. Berdasarkan beaya produksi. Penetapan ini dengan menambahkan nilai lebih atau marjin setelah beaya produksi. Cara ini adalah cara paling sederhana dalam menentukan harga. Dalam penetapan ini beaya overhead dan beaya penanganan juga dimasukkan dalam nilai lebih. Jadi setelah dua tersebut dipenuhi barulah ditemukan laba.

2. Berdasarkan Return of Invesment/ROI. Cara penetapan ini adalah penetapan beaya produk yang dilanjutkan dengan penambahan suatu jumlah tertentu untuk menghasilkan ROI tadi. Dalam penetapan ini overhead dan beaya tetap ditiadakan. Harga ini diasumsikan volume penjualan tetap dan sedikit mengabaikan pengaruh harga atas penjualan.

3. Berdasarkan harga bersaing. Yaitu menetapkan harga berdasarkan harga rata-rata yang berlaku di pasar dan mengikuti harga pesaing utama. Harga ditetapkan sedikit di bawah atau di atas harga pesaing. Metode ini banyak digunakan oleh perusahaan kecil yang pasarnya didominasi oleh perusahaan besar. Namun harga ini bisa terancam manakala pemimpin harga yaitu perusahaan besar merubah harga ketika mereka meraca ada ancaman dan yang bertahan biasanya perusahaan yang memiliki ketahanan kuat pada kondisi keuangan yang sulit.

4. Berdasarkan kontribusi terhadap overhead. Yaitu menetapkan harga dengan menambah sejumlah beaya tunai yang digunakan untuk membeayai produk tersebut. Tujuan dari penetapan harga ini adalah mendorong penjualan ekstra dari proyeksi penjualan yang ditetapkan. Metode ini mengabaikan alokasi yang wajar atas beaya overhead karena diasumsikan beaya overhead akan diperoleh dari ekstra penjualan normal. Harapannya tambahan hasil penjualan diatas proyeksi akan menutup beaya overhead tersebut dan dari sana pula laba dihasilkan.

5. Berdasarkan harga penetrasi. Yaitu menawarkan produk dengan harga rendah dengan maksud untuk membuka pasar seluas mungkin dan penerimaan konsumen secepat mungkin atas produk yang dihasilkan. Strategi ini digunakan ketika anda hendak memperkenalkan produk baru ke pasar, khususnya produk yang peka terhadap harga dan harus dijual dalam jumlah besar. Dampaknya akan menurunkan harga penjualan pesaing yang sudah mapan secara drastis. Setelah produk anda memikat konsumen maka perlahan-lahan harga mulai dinaikkan agar mendapatkan keuntungan./bersambung
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :