Ketika Pak SBY kukuh pada sikapnya


Salatiga, caping. SBY dalam kapasitasnya sebagai mantan Presiden yang mengeluarkan perppu Pilkada merasa dikhianati teman koalisinya, Golkar, setelah partai tersebut menyatakan menolak pilkada langsung. Kemarahan SBY memiliki alasan kuat karena pemilu langsung dipandang sebagai sikap harga mati atas proses demokratisasi di Indonesia ke depan. 


Perubahan sikap Golkar atas perppu tersebut kontan mendorong SBY menyatakan sikapnya secara resmi. SBY menyatakan hal tersebut melalui akun twitternya dan disalin di akun FB nya. Akankah setelah terjadi perubahan peta politik di tanah air? Di bawah ini adalah pernyataan lengkap tersebut sebagaimana dikutip dalam akun FB Susilo Bambang Yudhoyono.
--
Berkaitan dengan isu penolakan Partai Golkar terhadap Perppu tentang Pilkada Langsung (dengan perbaikan), saya ingin sampaikan sikap saya. *SBY*. Sikap ini saya sampaikan dalam 2 kapasitas, sebagai mantan Presiden yang keluarkan Perppu tersebut dan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Ketika melepas tweet ini saya memegang nota Kesepakatan Bersama 6 Parpol tanggal 1 Oktober 2014 untuk dukung Perppu usul Pemerintah.

Nota Kesepakatan ini ditandatangani oleh Ketua Umum & Sekjen Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PAN, PKS dan PPP. Khusus PPP hanya Ketum. Nota Kesepakatan ini saya terima tanggal 1 Oktober 2014 sore hari di Jakarta, sebelum dilaksanakan pemilihan Pimpinan DPR RI.

Waktu itu Partai Demokrat bersedia bersama Koalisi Merah Putih dalam kepemimpinan DPR dan MPR, dengan syarat (mutlak) Koalisi Merah Putih harus menyetujui dan mendukung Perppu. Kini, secara sepihak Partai Golkar menolak Perppu, berarti mengingkari kesepakatan yang telah dibuat. Bagi saya hal begini amat prinsip.

Tidak mungkin Partai Demokrat bisa bekerja sama dengan pihak-pihak yang tidak konsisten, ingkar kesepakatan dan tinggalkan komitmen begitu saja. Saya menganut politik yang berkarakter, bermoral, bisa dipercaya dan satu kata dengan perbuatan. Rakyat menginginkan politik seperti ini. Rakyat Indonesia, SBY & Partai Demokrat akan tetap memperjuangkan Sistem Pilkada Langsung dengan Perbaikan, sesuai aspirasi saudara semua.

Saya dan Partai Demokrat meminta dukungan rakyat Indonesia pecinta demokrasi, agar Perppu Pilkada Langsung ini bisa lolos di DPR nanti. Saya telah memerintahkan para pimpinan Partai Demokrat untuk mulai menjalin komunikasi dengan PDIP & Koalisi Indonesia Hebat, agar perjuangan bersama ini berhasil. Jika diperlukan, bisa saya jelaskan lahirnya Kesepakatan Bersama Koalisi Merah Putih + Partai Demokrat, yang berikan dukungan Perppu Pilkada Langsung tersebut.

Bagi saya, politik juga tentang kebenaran. Politik akan indah jika para pelakunya sungguh memegang etika dan juga bisa dipercaya. Sebenarnya saat ini saya ingin “menyepi” dari politik. Tetapi, keadaan mengharuskan saya untuk mengambil sikap tegas dan terang./jb
-----------
Diambil dari Akun Twitter Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis, 4 Desember 2014.


SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :