Cerita rumah putih selamat dari longsor

Banjarnegara, Caping. Yang masih bisa diingat dari cerita longsor Banjarnegara, adalah selamatnya rumah berwarna putih beserta pekarangannya. Rumah itu selamat seakan tidak tersentuh longsoran tanah padahal di kanan kirinya tanah longsor.

Rumah itu adalah milik seorang warga yang tengah hamil tua. Dalam kesehariannya rumah tersebut digunakan oleh seorang ustadz untuk mengajarkan mengaji kepada anak-anak di daerah sekitarnya. Rumah ustadz itu sendiri berada di lokasi yang agak ke bawah, di bawah rumah berwarna putih tersebut. Ketika longsor berlangsung, rumah pak ustaz juga terkena longsoran samapi sebatas genting.

Adalah rumah yang kemudian menjadi incaran para eralwan dan pejabat untuk mendatanginya karena terlihat tegak diantara longsoran. Menurut sebuah informasi, ketika longsor tanah sama sekali tidak ada yang masuk. Baru ketika hujan lah kemudian perlahan-lahan lumpur mulai masuk ke rumah karena terbawa air.

Hal yang sama juga terjadi pada pekarangan dan kolam di belakang rumah. Kolam di belakang rumah masih terawat baik termasuk ikan-ikan di kolam masih banyak yang hidup. Baru ketika terkena aliran lumpur beberaoa ikan mati karena mabuk lumpur. Ikan yang tahan lumpur bisa bertahan. Genting rumah masih tertata rapi di tempatnya. Beberapa hewan ternak juga masih hidup di kandangnya. Ada marmut yang masih hidup hingga gamabrnya diambil oleh Caping.

Ketika Jokowi datang meninjau lokasi longsor kebetulan pemilik rumah melahirkan anaknya. Kemudian anaknya tersebut diberikan nama Guntur Joko Widodo, mengingat kelahirannya pas ketika Jokowi meninjau lokasi tersebut. Kini rumah Guntur Joko Widodo tersebut berdiri menjadi saksi dahsyatnya longsor meluluh lantakkan rumah-rumah di sekitarnya./ar
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :