Bus berbahan bakar tinja; ramah lingkungan

Bus berbahan bakar tinja



Saat ini Indonesia tengah ramai terkait kenaikan harga BBM, padahal harga minyak dunia sedang anjlok. Tetapi apapun penjelasannya, selama ini negara mensubsidi bahan bakar untuk kendaraan di jalan raya. Maka Anggaran belanja sering jebol karena subsidi kelewat banyak. 

Pabrik mobil kemudian banyak berpikir untuk menghasilkan produk yang hemat BBM. Misalnya menciptakan mobil hybrid.  Ada juga upaya mencari bahan bakar alternatif. 

Lupakan mobil hybrid yang bertenaga listrik maupun hidrogen lain dengan teknologi tercanggih seperti Toyota Mirai atau Honda FCV (FCX) yang sedang digandrungi publik karena sifatnya yang amat ramah lingkungan.

Kini ada yang lebih sangar, tak lagi menggunakan bahan bakar fosil maupun sumber tenaga alternatif yang lazim seperti lainnya, melainkan ia bergerak memanfaatkan tenaga daur ulang dari kotoran manusia alias tinja.
Bukan lagi konsep tapi sudah beroperasi

'Bio-bus' ramah lingkungan tersebut beroperasi memanfaatkan gas biomethane yang bisa dihasilkan dari proses pengolahan khusus sampah makanan dan kotoran manusia dengan biotechnology hasil ciptaan GENeco yang berpotensi menghasilkan masa depan yang lebih bersih dan cemerlang.

Tak hanya menghemat pemakaian bahan bakar fosil, menurut lansiran theatlantic (22/11) 'Bio-Bus' juga diklaim dapat memperbaiki kualitas udara berkat emisi gasnya yang jauh lebih rendah dan tak berbau dibandingkan bahan bakar lainnya.

Total limbah dari 5 orang dewasa selama setahun diperlukan untuk mengisi penuh tangki bahan bakar bus yang kini resmi beroperasi di Inggris, tepatnya di wilayah Bristol, dan dapat menempuh jarak hingga 300 km.

Dari lansiran yang sama, saat ini sudah ada 40 unit bus bertenaga tinja yang dijalankan oleh perusahaan Bath bus dengan wilayah operasi antara Bath dan bandara Bristol. Uniknya, disampaikan oleh GM GENeco Mohammed Siddiq via theatlantic mengatakan kalau bus tersebut ditenagai sendiri oleh mereka yang tinggal di wilayah tersebut.

Masih akan terus berdebat soal kenaikan harga BBM? Penduduk Indonesia banyak kok, tinggal managemen bahan bakarnya saja yang perlu dikelola. Tidak perlu menambang../jb

Sumber:http://www.otosia.com/berita/bus-paling-jorok-pakai-tenaga-tinja.html
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :