Peradaban Gelas

Ilustrasi gelas
Salatiga. Caping. Gelas adalah alat perabot rumah tangga yang sering kita gunakan dalam sehari-hari. Gelas umumnya dimiliki oleh semua rumah tangga dan menjadi pelengkap perabotan rumah tangga lainnya.

Gelas bentuk dan ukurannya beragam, mulai dari gelas besar, sedagn maupun kecil seperti sloki. Gelas merupakan perabot berwarna transparan sehingga isi nya bisa dilihat dari luar.

Jauh sebelum ada, industri gelas telah di kembangkan peradaban Mesir, Mesopotamia dan Suriah. Namun, setelah era kejayaan Islam, industri gelas tumbuh pesat di sejumlah kota muslim.

Menurut Ahmad Y al-Hassan dan Donald R Hill dalam bukunya bertanjuk Islamic Technology: An Illustrated History, pada era kekhalifahan, Industri tak hanya tumbuh subur di sentra-sentra produksi peninggalan peradaban lama. Sentra industri gelas juga bermunculan di sejumlah kota muslim lainya.

Dikawasan Irak juga terdapat sentra produksi gelas terkemuka seperti osul, Najat dan Baghdad. "di Suriah, gelas dari dasmaskus terkenal sepanjang sejarah islam, meski terdapat pusat-pusat pabrikasi lain di Aleppo, Raqqa, Armanaz, Tyre, Sidon, Acre, Hibron dan Rasafa,"ucap dari Al-hasan".

Berkembagnya Industri gelas di Dunia Barat tak lepas dari pengaruh dari dunia Islam menurut Al-Hasan dan Hill, peradaban barat melakukan Transer teknologi pembuatan dari dunia Islam. Para perajin gelas asal dari Mesir sempat mendirikan pabrik gelas di Corinth,Yunani.

Pembuatan gelas akhirnya diuasai oleh Venesia pada abad ke-13 M, setelah disepakatinya perjanjian pengalihan teknologi yang disusun Bohemond VII, Pangeran titulan dari Antioch dan Doge of Venice pada juli 1277 M.

Sumber:
http://doktersejarah.blogspot.com
www.catatanpendekpendek.wordpress.com /EU
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :