Kunjungan Studi Banding Sumur Resapan ke SPPQT

Sebuah sumur resapan tengah dikerjakan para tukang
Salatiga, Caping. Sekitar 40- an orang menyusuri halaman, pekarangan dan kebun di Butuh, Patemon, Jetak dan Noborejo Selasa, 28/10. Mereka adalah para peserta studi banding dari Kota Malang, Kab. Malang dan Probolinggo Jawa Timur. Termasuk dalam rombongan itu juga ada peserta dari Makasar, Sulawesi. Di dalam rombongan itu ada perwakilan dari kelompok masyarakat, Bappeda, PDAM dari Kota Malang, Kab. Malang, Probolinggo dan petugas dari IUWASH Jawa Timur dan tentu saja IUWASH Semarang selaku penerima dan fasilitator studi banding ini.
Selama di lokasi yang di datangi mereka belajar mengenai pembangunan sumur resapan sebagai bagian dari program pengembalian air ke alam untuk kehidupan mendatang. Program ini kerjasama antara SPPQT-CCFI dan di dampingi IUWASH Semarang.Program ini melibatkan partisipasi dan kontribusi masyarakat yang cukup besar di enam desa dan kelurahan di kecamatan Tengaran, Argomulyo, Getasan dan Ungaran Barat.
Ketika di Desa Butuh, para peserta belajar mengenai lokasi yang hendak dijadikan sumur resapan. Istilahnya mereka belajar tentang sumur resapan untuk nol persen. Kemudian di Patemon mereka belajar yang 50 persen. Di Jetak mereka belajar yang sudah 100 persen. Sedangkan di Noborejo mereka belajar yang ada modifikasi agar fungsi sumur lebih efektif dan kontribusi masyarakat untuk memperlancar pembangunan sumur resapan.
Dalam perjalanan menuju Butuh, peserta terlebih dahulu mampir ke mata air senjoyo. Senjoyo ini menjadi tempat untuk meletakkan watermeter yang nantinya dijadikan lokasi untuk mengukur seberapa besar pengaruh sumur resapan ini terhadap peningkatan debit air. Di Senjoyo peserta melihat mata air yang dikelola PDAM Salatiga, dan melihat lingkungan sekitar senjoyo.
Setelah dari lapangan peserta kemudian menuju kantor SPPQT. di SPPQT peserta makan siang bersama sambil menonton tayangan dokumenter pembangunan sumur resapan yang disiapkan TIM Sumur Resapan SPPQT.
Dalam penjelasannya kepada para peserta studi banding, Mujab, Manager Program menjelaskan bahwa target pembangunan sumur resapan di SPPQT ini adalah 800 unit. Tersebar di 2 wilayah tangkapan air yaitu senjoyo dan ngablak, ungaran barat. Saat ini jumlah sumur yang sudah terbangun sebanyak hampir 300 unit.
Peserta mendengarkan paparan yang disampaikan Mujab dengan seksama. Kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab yang dijawab satu per satu oleh manager program. Terlihat beberapa peserta memberikan flash disk untuk mengcopy film dokumenter yang ditayangan sebelum pemaparan karena ingin memutar ulang sesampainya di rumah. Setelah sessi ini selesai para peserta menuju hotel tempat menginap untuk mengikut sessi berikutnya./jb
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :