Ku Tunggu Kau di Persimpangan Mimpi Part II

Dugaanku ternyata benar,secara tidak langsung Ayah menyuruhku untuk memutuskan Kelvin.Hatiku terasa runtuh mendengar kalimat-kalimat Ayah.Serasa tak percaya sekarang aku berada dalam keadaan yang pelik seperti ini.Aku tak mampu menahan air mataku dan langsung aku berlari ke arah kamar.Sepanjang malam aku menangis memikirkan hal ini.Telingaku selalu terngiang-ngiang pembicaraan Ayah dan hal itu semakin menyiksaku.

Keesokan harinya,aku yakinkan langkahku untuk menemui Kelvin.Seperti biasa,Kelvin selalu terlihat ceria namun saat itu aku terlihat sangat murung.Dan Kelvin menyadari hal itu.

”Kamu kenapa Nes?” 

Aku hanya terdiam dan berusaha menahan air mataku.

”Kamu habis nangis Nes?”

Ku tarik nafas panjang dan perlahan-lahan mulai aku ceritakan semua kepada Kelvin.

”Vin,kamu tau kan kalau aku menyayangimu dan tak akan ada yang pernah menggantikan kamu di hatiku?”

”Iya Nes,aku tau.Ada apa sebenarnya?”

”Ayah tidak menyetujui hubungan kita Vin,ayah tak ingin aku berpacaran terlebih dahulu.Ayah ingin aku fokus untuk sekolah.”

”Jadi?”

Aku yakin bahwa Kelvin telah paham apa yang akan ku katakan.Hanya saja aku tak sanggup untuk mengatakannya.Namun aku masih melanjutkan pembicaraan.

”Menurutmu,kita harus bagaimana Vin?”

Kelvin terlihat menghela nafas panjang dan raut mukanya sangat memancarkan kesedihan yang begitu dalam.

”Kalau itu yang Ayah kamu inginkan,aku akan terima Nes.Kamu harus bahagiain Ayah kamu dulu.Aku nggak mau terjadi apa-apa dengan Ayahmu.”

”Tapi Vin,aku belum sanggup menerima kenyataan ini Vin.”

”Aku juga tak sanggup Nes sebenarnya,tapi ini yang terbaik.”

Aku tak mampu berkata apa-apa ketika mendengar jawaban Kelvin.Kami pun hanya terdiam berdua tanpa sepatah kata yang mampu mengusik keheningan.Mulut kami berdua seakan-akan terkunci rapat tanpa ada satupun yang dapat membukanya.

Hari-haripun segera berlalu,ku jalani hari dengan kepedihan yang masih mengganjal di hati.Namun ku dengar kabar bahwa Kelvin telah dekat dengan Resy yang notabene adalah cinta pertamanya.Hatiku seketika tambah remuk mendengar kenyataan ini.Aku tak menyangka semudah itu Kelvin melupakan aku.Aku merasa tak adil dalam kondisi ini.Kondisi yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya.Tanpa sengaja aku bertemu Kelvin di Taman.Aku beranikan diri untuk bertanya tentang Resy walaupun aku tau nantinya itu akan sangat menyakitkan.

”Hai Vin.”sapaku

”Hai juga Nes.Bagaimana kabarmu?”

”Ya seperti ini lah.Emm aku dengar kamu dekat lagi ya dengan Resy.”

”Iya Nes.”

Jawaban Kelvin begitu singkat namun benar-benar melemaskan seluruh sendi-sendi tubuhku.

”Kenapa kamu lakukan itu Vin?Kamu tau kan aku masih sangat berharap padamu?”tanyaku pada Kelvin

Aku tak kuasa menahan air mataku di depan Kelvin.Rasanya aku ingin berontak dengan keadaan ini.

”Maaf Nes,aku sungguh tak bermaksud seperti itu.Resy datang tiba-tiba Nes aku juga tak tau akan hal itu.”Kelvin mencoba menjelaskan

”Tapi kenapa kamu juga membuka hatimu untuknya?Bukankah kamu sudah berjanji bahwa hatimu hanya untukku?”

”Aku tak bermaksud seperti itu Nes,sungguh aku masih sangat menyayangimu.”

”Lalu kenapa Vin,kenapa?”

”Karna aku tau Nes,kita tak mungkin dapat bersatu lagi saat ini karna kamu harus fokus pada keinginan Ayahmu.Dan disisi lain aku juga tak mampu melihat Resy menangis karna mengharap kehadiranku.”

”Tapi kamu tau kan Vin dengan bersamanya,kamu akan menyakiti hatiku?”

”Iya Nes,aku minta maaf aku sungguh tak bermaksud seperti ini.”

Aku hanya bisa menangis dan tak sanggup berkata apa-apa lagi.Lalu Kelvin menatapku dan mencoba memberi penjelasan kepadaku.

”Nes,kamu tau kan kondisi kita saat ini.Aku cuma tak mau terjadi apa-apa dengan Ayah kamu apabila kita terus menerus berhubungan.Aku takut kamu yang akan menyesal.Dan kamu percaya kan Nes,bahwa kamu selalu berada di hati ini?Walaupun sekarang atau kemudian hari aku punya pasangan lain,kamu akan tetap tersimpan di dalam hati ini.Aku juga tak akan pernah berhenti mendoakan untuk kebaikanmu.Aku akan selalu menyimpan barang-barang dan sejuta kenangan yang telah kamu berikan kepadaku.Mungkin kita bisa bersatu lagi Nes,tapi bukan sekarang.”

”Tapi bagaimana dengan mimpi-mimpi kita yang telah kita rajut bersama?Bagaimana dengan Paris dan Jepang?”

”Kita akan tetap melanjutkan itu Nes,suatu saat nanti kita akan ke tempat itu berdua.”

”Tapi Vin?”

”Percayalah Nes,suatu saat kita akan bersama lagi.Dan ku mohon kejarlah mimpi-mimpimu,jangan pernah menyerah lagi Nes.”

”Tapi bagaimana aku bisa mengejar mimpi-mimpiku kalau kamu dengan yang lain?”

”Nes,aku akan menemanimu untuk meraih segala impianmu,tapi aku hanya bisa menemanimu lewat doa.Doa-doaku tak pernah tersesat ke selainmu Nes,kumohon percayalah.”

Aku mencoba menguatkan diriku sendiri saat ini,aku mencoba untuk menjernihkan fikiranku.Dan menerima keadaan ini tanpa harus menyalahkan Ayah,Kelvin maupun Resy.

”Baiklah Vin,aku akan mencoba dewasa sepertimu.Semoga kita bisa bertemu lagi di waktu dan tempat yang indah.Aku juga akan selalu mendoakanmu,mungkin aku masih butuh waktu lagi untuk dewasa.Tapi kamu akan terus tersimpan didalam hati dan mimpiku.Terimakasih telah mengajarkanku untuk mencintai hidup dan mencintamu.Jaga dirimu.Aku sangat menyayangimu.Semoga kamu bisa bahagia dengan pilihanmu.”

Hanya beberapa kalimat terakhir itu yang bisa ku katakan pada Kelvin sebelum ku langkahkan kakiku untuk benar-benar pergi meninggalkan Kelvin.Karna hatiku juga masih hancur.Tapi aku juga mengerti dibalik sikap Kelvin yang begitu menghancurkan hatiku dia punya maksud yang sangat dewasa untuk kedepannya.Dan aku yang harus belajar banyak dari hal itu.Walaupun sejujurnya sampai kapanpun aku tak pernah sanggup melihatnya dengan orang lain namun aku juga harus bisa menerima kenyataan bahwa tak semua yang ada di hati,bisa juga hadir di kehidupan nyata.

Mungkin semuanya terlihat baik-baik saja,tapi bagiku semua telah berubah.Karna sekarang aku tak bisa menyentuhnya lagi,dan hanya bisa menyimpannya di hati serta mimpiku.Aku tak akan menyalahkan siapa pun.Karna ini jalan yang harus aku lalui.Walau terkadang aku juga masih sering tersesat di jalanku sendiri,tapi aku selalu berharap akan ada cahaya yang bisa menerangi jalanku.Dan aku juga berharap,kelak akan ada persimpangan dimana Aku dan Kelvin bisa kembali bertemu untuk melanjutkan kisah ini.Karena berapa pun lamanya waktu,aku akan selalu menunggu Kelvin Subraja di persimpangan mimpiku.

Andai dirimu memilih hatiku,kan ku serahkan cinta tulus di hatiku

Meski kau tak kan pernah tau,ketulusan hatiku ini

Biar kusimpan dalam mimpi (Maudy Ayunda-Ku simpan dalam mimpi) (MA)
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :