Ku Tunggu Kau di Persimpangan Mimpi Part 1

Oleh : Winarni wahyuningsih. Juara 1 Lomba puisi tingkat kab Boyolali


Cinta mengajarkan kita untuk senantiasa bermimpi. Bermimpi untuk meraih segalanya walau hal itu mungkin mustahil untuk diraih dan digenggam. Tapi cinta yang akan mengubah semuanya.Mengubah keraguan menjadi keyakinan, ketakutan menjadi keberanian, dan keegoisan menjadi kedewasaaan. Cinta telah mengajarkanku untuk berani mengepakkan sayap-sayap walau sesekali aku terjatuh. Dan kini aku mengerti arti cinta dan mimpi sebenarnya.

”Nesya, bangun!Ini waktu kamu untuk sekolah!”teriak ayah

”Iya ayah, santai saja.”jawabku dengan malas

Aku memang enggan beranjak dari tempat tidurku,tapi bisa jadi Perang Dunia III kalau aku tak segera bangun. Kupaksakan mata sipit ini untuk bangun dan bergegas untuk mandi. Tanpa menghiraukan apapun aku langsung tancap gas dan berangkat ke sekolah. Aku gadis berumur 17 tahun yang sekolah di SMU Harapan, namaku Nesya, lebih lengkapnya Nesya Kusuma. Aku menikmati masa-masa remajaku layaknya anak-anak lain pada umumnya. Menghabiskan waktu untuk belajar, hangout, membantu orangtua dan masih banyak lagi yang lainnya. Kata orang, seusiaku ini adalah usia yang dekat dengan urusan asmara karna aku pun juga merasakan hal itu sekarang.Ya, aku punya kekasih namanya Kelvin Subraja. Dia seumuran denganku walaupun kita terpaut beberapa bulan. Dulu kami hanya sekedar sahabat, tapi lama kelamaaan kami menjadi dekat dan berpacaran. Aku kagum dengannya,bagiku dia adalah seseorang yang mampu mengisi kekosongan hatiku disaat dunia seakan-akan meninggalkanku. Sejak kepergian ibuku aku merasa dunia ini runtuh dan aku tak punya harapan lagi untuk melanjutkan hidupku sendiri. Hingga pada akhirnya kami dipertemukan di SMA ini.

”Nesya, ini untuk kamu.”Kelvin menyodorkan minuman untukku

”Terimakasih.”jawabku singkat

”Kenapa kamu melamun?”tanya Kelvin

”Aku bukan melamun tapi merenung.”jawabku sambil sedikit tersenyum 

”Tapi ada teori yang mengatakan bahwa melamun dan merenung itu sama saja.”

”O iya? Teori siapa? ├Éarwin?”

”Bukanlah, Teori Darwin kan tentang Evolusi kera jadi manusia.Terlalu pintar sih kamu.”ejek Kelvin

”Iya emang aku pintar. Lha trus siapa dong?”

”Ya Teori dari makhluk ganteng di samping kamu.”

”Maksudnya kamu?”

”Iyap Teori dari Mr.Capicorn.”

”Wait, wait, Mr.Capicorn? Kenapa nama kamu jadi aneh gitu? hahah”

”Bukan aneh nona,tapi cuma sedikit freak.”

”Ya Tuhan itu sama saja Mr.Capicorn.Tapi apa sih filosofi dari nama kamu Mr.Capicorn itu?”

”Gini,Capicorn itu zodiakku.Karna zodiakku Capicorn,Jadi nggak ada salahnya kan kalau namaku Mr.Capicorn?Ya cuma ditambah Mr. didepannya biar kayak orang bule.”jawabnya dengan gaya parlente

”Oh begitu,lucu sih.Berarti namaku jadi Mrs.Virgo dong.”

”Ya kalau zodiak kamu bukan Libra tapi Virgo ya nggak apa-apa”

”Garing.’jawabku dengan senyum

”Garing tapi ketawa kan kamu?”hibur Kelvin

”Iya iya aku kalah.”

”Yap,kalau kamu kalah kamu harus cerita dong kenapa kamu sedih?”

”Aku cuma kangen ibuku Vin.”

”Emang ibu kamu dimana Nes?”

”Ibuku udah meninggal Vin 5 tahun yang lalu.”

”Wah maaf Nes,aku nggak tau.Aku turut prihatin.”

”Iya Vin terimakasih.”

”Hmm,coba liat Nes langit itu.”

”Kenapa emang?”

”Ada awan nggak di langit itu?”

”Nggak Vin.”

”Itu tandanya langit sedang tak punya beban Nes.”

”Oh terus?”

”Masak kamu kalah sama langit yang nggak punya beban.Kamu harusnya nggak kalah sama langit.Langit aja nggak punya beban,sedangkan setiap hari kamu hanya terbebani dengan semua masalah yang ada di hidup kamu.”nasihat Kelvin

”Tapi aku memang masih terbebani Vin dengan kematian ibuku.”

”Kalau kamu kayak gini terus,kamu fikir ibu kamu akan bahagia Nes disana?Nggak kan Nes?Justru ibu kamu akan sedih di alam sana.Ya memang aku tau berat menerima semua ini tapi apa kamu juga rela ibu kamu terus-menerus menangis di surga?”

”Nggak Vin,aku nggak mau ibu aku sedih.”

”Maka dari itu Nes,kamu harus bangkit dari semua ini.Tunjukin bahwa kamu bisa banggain ibu kamu di surga sana.”

”Tapi Vin?”

”Nes,ingat satu hal kalau ibu kamu selalu di hati kamu.Berapa pun jarak antara kamu dan ibu kamu yang mungkin sekarang udah tak tertembus lagi itu nggak akan jadi masalah selama kamu percaya bahwa ibu kamu selalu di hati kamu.”

”Makasih ya Vin.”setetes air mata jatuh di pipiku

”Iya Nes,sama-sama.Kalau ada apa-apa cerita aja,aku akan selalu ada di samping kamu dan menjadi orang pertama yang menyeka air matamu.”kata Kelvin 

Kata-kata Kelvin pada waktu itu sangat mampu menenangkanku.Seakan-akan ada secercah harapan baru di kehidupanku yang kelam ini.Dia laksana embun pagi yang menyejukkan setiap sisi gelap di hidupku.Aku menjadi sangat kagum padanya.Mungkin bagi sebagian orang dia hanya laki-laki SMA yang hanya bisa bercanda dan tak bisa serius.Tapi di balik itu semua dia menyimpan sejuta kedewasaaan yang ia gunakan untuk menghadapi segala persoalan hidup yang mungkin sangat membebaninya.

Waktu pun terus berlalu,hingga pada akhirnya Kelvin mengatakan perasaannya yang lebih dari sekedar sahabat kepadaku.Jujur aku tak menyangka bahwa Kelvin juga punya rasa yang sama sepertiku.Sontak,aku langsung menjawab ”iya”.Dan pada saat itu juga kami resmi menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.Rasanya beruntung sekali aku mempunyai kekasih seperti Kelvin.Kelvin selalu mendukung semua yang aku lakukan asalkan itu positif untukku.

Aku pernah benar-benar merasa jatuh saat aku gagal dalam berbagai lomba sastra yang aku ikuti.Bayangkan saja aku telah berusaha keras untuk mendapat gelar pemenang dalam perlombaan itu.Tapi kenyataannya nihil semua.Aku tak henti-hentinya menangis merenungi nasib yang sedang melandaku.Aku duduk termenung di bangku Taman Kota seorang diri.Tiba-tiba ada seseorang yang menjulurkan sapu tangannya untukku.

”Ini,untuk menghapus air matamu.”

Kutolehkan wajah dan ternyata Kelvin yang datang kepadaku.

”Terimakasih.”jawabku

”Iya,kenapa kamu menangis Nes?”

”Sepertinya,aku tak akan menulis lagi Vin.”

”Maksud kamu apa Nes?”tanya Kelvin yang sedikit dengan nada membentak

”Iya kamu tau kan Vin,aku telah gagal dalam berbagai lomba padahal kamu tau bahwa aku berusaha sangat keras dalam hal ini.”

”Ya aku tau,lalu?”

”Tak ada gunanya lagi Vin aku menulis,toh aku juga nggak bisa menang lalu buat apa aku menulis?”

”Kamu yakin Nes,kamu akan berhenti menulis?”

Aku hanya terdiam mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut Kelvin.

”Kalo kamu yakin silahkan lakukan Nes,tapi aku nggak menyangka bahwa kamu cuma seorang pecundang.”

Kata-kata Kelvin sangat menampar sanubariku.Aku langsung marah kepada Kelvin.Teganya Kelvin berkata seperti itu kepadaku.

”Kamu jahat Vin,kenapa kamu bilang seperti itu!Aku bukan pecundang!”bentakku

”Lalu apa kalau kamu bukan pecundang?Kamu nyerah kan dengan keadaan ini?”

Aku hanya terdiam dan Kelvin melanjutkan kata-katanya.

”Nes,aku fikir kamu cewek yang memang pantas aku banggakan.Aku fikir kamu adalah cewek yang kuat dan nggak kenal kata menyerah.Tapi kenyataannya,aku terlalu tinggi nilai kamu.”

”Tapi aku takut Vin untuk melangkah lagi.”

”Apa yang kamu takutkan Nes,kamu tinggal melangkah dan mengikuti alur hidupmu.Memang kadang kamu akan merasa sangat terpuruk.Tapi seorang pemenang pasti bisa bangkit dari keterpurukannya.”

”Lalu aku harus bagaimana Vin?”

”Kalau kamu memang bukan pecundang kamu nggak boleh berhenti menulis.Anggap saja tulisan itu untuk dirimu sendiri dan untuk aku.”

”Emm baiklah Vin,aku nggak akan berhenti nulis demi diriku sendiri dan tentunya saja demi kamu.”

”Nah itu baru Nesya yang aku kenal.Aku juga punya mimpi loh Nes,aku pengen foto dan yang jadi backgroundnya Gunung Fuji di Jepang.”

”Oh ya,pasti keren banget.Kalau aku mau ke Menara Eiffel di Paris.”

”Kalau gitu,kita berdua harus janji Nes bakalan bisa kesitu.Semangat ya apapun yang terjadi.”

”Siap Mr.Capicorn.”

Kami berdua tertawa lepas,beribu nasihat yang dilontarkan Kelvin menjadi cambuk yang bisa membangkitkan semangatku.Aku jadi percaya untuk bermimpi setinggi mungkin walau konsekuensinya kadang aku akan terjatuh.Aku merasa mimpi-mimpiku menjadi semakin dekat karena kehadirannya.Aku tak takut lagi untuk menjadi seorang pemimpi dan seorang yang berusaha untuk mewujudkannya.Aku yakin bahwa aku bisa mewujudkan mimpi-mimpiku bersama dengan Kelvin.Terimakasih Tuhan,telah menghadirkan sosok yang begitu hebat di dalam kehidupanku ini.

Aku pun menjalani hari dengan ceria tanpa ada beban di dalamnya.Kunikmati hari-hariku bersama dengan Kelvin.Berbulan-bulan aku dan Kelvin menjalin hubungan.Tapi memang benar peribahasa yang mengatakan bahwa semakin tinggi suatu pohon,akan semakin besar pula angin yang menerpanya.Dan ini terjadi pada hubunganku dengan Kelvin.

”Nes,bagaimana hubunganmu dengan Kelvin?”tanya Ayah

”Baik-baik saja Yah.Memangnya bagaimana?”tanyaku

Ayah menghela nafas dalam-dalam dan melanjutkan pembicaraan.

”Kamu tau kan Nak bahwa Ibumu telah tiada dan meninggalkan kita?”

”Iya ayah Nesya tau.”

”Kamu juga tau kan ayah berusaha keras untuk menghidupimu dan menyekolahkanmu?”

Pertanyaan Ayah yang terakhir ini sangat mengagetkanku.Dan aku tau kemana arah pembicaraan ini.Namun tetap ku dengarkan dengan seksama pembicaraan Ayah.

”Iya Nesya tau.”

”Nak,ayahmu ini sudah renta dan penyakitan.Dan hanya kamu harapan satu-satunya ayah.”

Tak terasa tetesan air mata menetes di pipiku.Namun segera ku seka karna aku tak ingin ayah mengetahuinya.

”Iya Nesya tau semuanya.Kenapa ayah bicara seperti itu?”

”Ayah tak ingin di masa remajamu ini kamu terjerumus ke hal-hal yang negatif karna perjalananmu masih panjang Nak.”

”Tapi Nesya tidak akan melakukan perbuatan yang menyimpang ayah.”

”Iya Ayah tau,Ayah percaya dengan Nesya.Tapi Ayah takut.”

”Lalu Ayah mau Nesya bagaimana?”

”Ayah mau Nesya tidak pacaran lagi dengan Kelvin atau siapapun.Ayah mau Nesya fokus untuk bersekolah.” Bersambung...... (MA)


SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :