Hujan lokal, pengambilan gambar sumur resapan gagal

Salatiga, Caping. Beberapa orang anggota TIM SR SPPQT mendadak heboh ketika tiba-tiba hujan deras turun di daerah Kalibening Salatiga, Kamis, 6/11. Orang-orang ini rupanya mau mengabadikan aliran air hujan yang masuk ke dalam sumur resapan yang selama ini dibangun oleh TIM SR SPPQT di beberapa desa dan kelurahan yang berada di daerah tangkapan air mata air senjoyo.

Warga membangun sumur resapan di Patemon, Tengaran
Alhasil dalam waktu singkat rombongan segera meluncur ke lokasi di tengah hujan deras yang mengguyur daerah Kalibening dan sekitarnya. Diantara mereka ada yang membawa tas, kamera, dan peralatan lain untuk mendukung pengambilan gambar tersebut.

Pengambilan gambar ini dimaksudkan untuk membuat dokumentasi bagaimana air hujan yang turun dari langit itu masuk dan mengisi sumur resapan. Selama ini moment ini sulit diabadikan karena memang pengerjaan sumur ini berjalan di musim kemarau. Sehingga ketika hujan cukup deras maka hal ini tak ingin disia-siakan.

Namun wajah yang penuh semangat dan kegembiraan ketika berangkat berubah menjadi kecut ketika rombongan itu pulang kembali ke kantor SPPQT. Rupanya hujan tidak turun di lokasi dimana sumur resapan tersebut di bangun. Hujan ternyata bersifat lokal alias tidak merata sampai ke lokasi dimana sumur resapan di bangun.

"Wah ternyata di sana tidak hujan," Kata wawan, salah satu anggota TIM SR sambil tersenyum kecewa. Hujan hanya turun di Salatiga dan sekitarnya. "Akhirnya TIM ke Jetis untuk melanjutkan verifikasi titik sumur resapan yang diusulkan warga," Sambung Eva, anggota TIM SR yang lain.

Menurut manager sumur resapan SPPQT, Mujab, disebutkan bahwa sumur resapan sudah terbangun lebih dari 300 unit. Tetapi karena tidak ada satupun sumur resapan yang kamis sore tersebut kehujanan maka rombongan pulang dengan tangan kosong. Gambar yang hendak diambil pun tidak diperoleh./jb

SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :