PACUL ( PERKORO PAPAT OJO UCUL )

oleh: Romadlon


Dalam era modern saat ini masyarakat mulai berkurang mengenal arti apa itu Pacul, apalagi masyarakat yang tidak lagi berbasis pada pertanian atau yang tak mau mengenal budaya maupun filosof pertanian. Tak sedikit masyarakat akan memiliki suatu pola kehidupan atau pola pikir yang praktis maupun pragmatis. Sehingga setiap keputusan maupun tindakan akan mengambil yang lebih cepat mendapatkan hasil serta berbagai cara akan ditempuh seperti mengeksploitasi dengan berlebihan dan menghalalkan segala cara. Padahal dalam bahasa jawa kata Pacul itu sebuah akronim dari perkoro papat ojo ucul yang mempunyai maksud yaitu tentang tidak boleh melepaskan empat mas’alah.

Ke empat masalah itu apa saja...?

Yaitu : Syari’at - Thoriqot - Khakekat Dan merasakan dari hasil itu yang dinamakan Ma’rifat.

Bahkan kaum petani sendiri tak akan bisa merasakan hasil atau mencapai tingkat ma’rifatnya kalau proses dari syari’at, thoriqot dan khakekat tidak ia jalani atau ia lakukan. Karena syari’atnya petani harus mempunyai media produksi dan berbagai alat produksi. Dan ketika petani melakukan berbagai proses pertanian dengan berbagai alat-alat itu maka proses itu yang dinamakan Thorikot. Dan ketika waktu panen tiba maka ia akan menemukan hasil dari pertanian yang sebenarnya ia lakukan maka ia menemukan yang di sebut khakekat.

Kaum Petani yang dalam keseharian selalu meminta akan kasih sayang dari Tuhan Yang Maha Pengasih Dan Penyayang akan apa yang ia lakukan. Mulai melakukan penyemaian bibit, persiapan lahan, perawatan tanaman hingga proses pemanenan selalu tak lepas dari peran kekuasaan yang memberi kehidupan.

Adapun agar untuk mendapatkan hasil dengan kwalitas yang istimewa dalam pertanian juga tak lepas dari beberapa aspek.

Diantarnya ialah bagaimana dari kwalitas lahan atau medianya. Sebab dari tempat itulah proses pertumbuhan tanaman mempengaruhi. Tanaman yang ada di lahan gersang tak akan sama dengan pertumbuhannya dengan tanaman yang ada di lahan subur, atau tanaman yang ada di lahan wadas tak akan sama dengan tanaman yang ada di lahan gambut.

Yang kedua adalah bibit, Karena mulai dari bibit itu akan menghasilkan produk yang sama dengan yang ia tanam. Menanam benih jagung tak aka bisa menghasilkan buah sorgum, begitu pula menanam padi tak akan bisa menghasilkan biji gandum.

Dan yang terakhir adalah perawatan. Tanaman yang selalu di rawat akan lebih bagus dari pada dengan tanaman yang tak sama sekali pernah dirawat. Tanaman yang yang selalu di siram akan lebih cepat tumbuh ketimbang dengan tanaman yang tak pernah disiram atau yang selalu di kasih pupuk akan tumbuh subur daripada tanaman yang tak pernah di beri pupuk atau bahkan tanaman yang selalu di siangi akan terlihat indah daripada tanaman tang biarkan begitu saja. Penyiraman, pemupukan dan penyiangan harus selalu di lakukan dalam perawatan. Dengan disiram tanaman akan selalu segar, dengan dipupuk tanaman akan selalu mendapatkan tambahan asupan nutrisi dan dengan disiangi tanaman akan terlepas dari gangguan-gangguan gulma yang akan merusak tanaman.

Romadlon: Manager LSD Lembah Joho, Kebumen, Pringsurat, Temanggung
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :