Paham eksistensial, tapi rasa eksistensial

Oleh: Rasikh Fuadi

Yang namanya formalitas, akademis, akan selalu meredusir makan aslinya. Kalau kita berlajar tentang eksistesialisme, mungkin itu bisa dianggap gampang dengan menyimpelkan bahwa bagaimana pandangan kehidupan tentang seseorang. Mungkin ada konsep dan beberapa kata kucni yang harus dihafal dan diingat.

Tetapi, secara nyata itu lahir dari pengalaman nyata, dari realita, yang tak bisa dijauhkan begitu saja dengan perasaan kita masing masing. Mungkin dalam filsafat akademik tentang eksistensialisme , ada tokih filsuf yang menyatakan tentnag totalitas dari kehidupan. Dengan reason kita bisa mengafirmasinya secara mudah, dan membuatnya terkait dengan kata kucni lainnya, sehingga muncul konsep yang utuh dari pemikiran filsuf tersebut.

Tapi, ternyata bener-bener sial. Merasakan eksistensialisme, dan memahami eksistensialisme adalah hal yang sangat jauh berbeda. Kalau kita belajar eksistensialisme, mungkin kita masih bisa secara mudah menyanggah pemikiran suatu filsuf eksistensialis. Tapi, waktu diri kita sendiri yang tiba-tiba merasakan tramendum yang eksistensiallis, maka akan muncul penerimaan secara penuh tentang suatu paham kehidupan eksistensialis. Seakan seperti intuisi, yang tiba-tiba ada dan masuk kedalam dada secara total. Kita tak perlu memahami bagaimana konsepnya secara keutuhan, tapi tiba-tiba itu ada secara nyata dan jelas di dada. Tak perlu membuat list kata kunci dara rasa eksistensialisme yang tiba-tiba turun kedalam diri kita, kata-kata kunci itu akan muncul dengan sendirinya tanopa difikirkan. Dan, ternuata begitu ya,,,, sial.

Entah, garis apakah itu, yang membuat apabila kita melewatinya, tiba-tiba kita melebur dengan suatu rasa eksistensialisme tersebut. Entah berawal dari problem eksistensialis, dari faith, atau apapun itu. Gw merasa hal itu. Dan gw merasa tak bisa menyanggahnya. Gw tak bisa menolaknya. Karena kalo gw menolak itu hanyalah akal-akalan dari reason doang. Padahal secara nyata sekarang gw sedang merasanya. Sial, kompleks sekali hidup ini. Dan secara tiba-tiba sekali hidup ini bisa penuh seperti itu.
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :