Perlunya pengelola LSD berlatih sistem keuangan



Oleh: Mujab




Dalam rangka meningkatkan kapasitas LSD utamanya dalam hal keuangan dan jamaah produksi maka dipandang perlu untuk melakukan penguatan di bidang penguatan pemahaman keuangan. Pemahaman keuangan ini kemudian menjadi modal untuk menjalankan keuangan lembaga LSD dan juga keuangan lembaga usaha yang ada dalam jamaah produksi itu.

Dalam perjalanan LSD yang ada selama ini belum seluruh LSD memiliki kemauan dan kemampuan untuk melaporkan keuangannya. Ini terkait dengan pemahaman tertib administrasi dan tertib keuangan yang masih rendah. Selain itu budaya awangan dan mengingat-ingat masih tinggi sehingga pencatatan kas harian kadang dianggap tidak penting. Ke depan ini tentu menyulitkan kerja-kerja finansial lembaga LSD dan lembaga usaha yang dijalankannya.

Pemahaman tentang tertib administrasi juga memperlancar komunikasi diantara unsur-unsur yang ada di LSD. Karena memiliki frame berpikir yang sama maka koordinasi dan konsolidasi keuangan lembaga dan lembaga usaha akan berjalan efektif dan efisien, tidak buang-buang waktu, serta bisa dikerjakan oleh banyak orang karena memiliki sistem yang baku. Begitupun ketika harus bertukar pekerjaan atau menggantikan orang yang tengah berhalangan akan menjadi mudah karena system pengelolaan keuangannya sudah sesuai dengan standar yang disepakati. Dengan demikian kinerja lembaga akan terjaga keberlanjutannya.

Dalam hal ini budaya keuangan yang baik seperti budaya membuat catatan keuangan harian, penyertaan bukti-bukti yang akurat, pelaporan keuangan lembaga, pengelolaan dan pencatatan pendapatan dan pengeluaran, perencanaan dan pelaporan yang transparan, akan mulai di dilatihkan dan di budayakan. Sehingga diharapkan budaya tertib dan disiplin keuangan akan menjadi budaya organisasi dimanapun lembaganya.

Dari pelatihan ini peserta paham tentang maksud, tujuan dan target dari adanya managemen keuangan lembaga LSD dan lembaga usaha LSD sehingga memiliki motivasi untuk tertib dan disiplin dalam mengelola keuangan dan melaporkannya.

Dalam hal ini peserta sebaiknya diajak memahami tentang logika keuangan, meliputi perencanaan anggaran, pelaporan, pembelanjaan, pencatatan, penyertaan bukti-bukti, buku kas harian, laporan bulanan dan pembuatan laporan tahunan. Peserta juga akan diajak memahami tentang prinsip-prinsip pengelolaan keuangan lembaga dan lembaga usaha yang profesional.

Peserta juga penting untuk diajak berpikir tentang kebutuhan system keuangan seperti apa yang cocok untuk lembaga LSD dan lembaga usaha yang hendak dijalankan. System keuangan yang sesuai akan membantu kerja-kerja lembaga dan bukan sebaliknya.

Peserta akan di ajak praktek untuk mengelola keuangan secara riel. Meliputi praktek membuat laporan kas karian, laporan bulanan dan laporan tahunan, lengkap disertai bukti-bukti ajuan dan bukti belanja. Penting juga bagi peserta untuk diajak memahami tentang SOP keuangan, pertanggung jawaban keuangan, pemeriksaan keuangan, dan audit lembaga keuangan. Selain itu peserta juga dipahamkan memahami tentang voucher, mata anggaran, dan juga tentang rekening lembaga.
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :