Mengapa berlatih menulis perlu?



Oleh: Mujab

Menulis bisa diartikan sebagai upaya untuk menuangkan segala sesuatu yang ada di dalam pikiran seseorang untuk bisa dibaca, diketahui dan direspon pihak lain. Dalam beberapa hal menulis bisa berarti mendokumentasikan dan menyimpan gagasan yang lahir dan diproduksi oleh adanya pemikiran seseorang sehingga tidak hilang atau berubah. Muaranya orang lain menjadi tahu dan mengerti apa yang ada di benak penulis baik saat ini atau kapan saja selama tulisan itu masih ada. Dalam sejarahnya manusia bisa mengetahui pemikiran orang-orang terdahulu dari tulisan yang pernah dibuatnya, karena jaman dahulu belum ada dokumentasi video.

Hingga saat ini, nilai penting menulis belum bisa tergantikan oleh apapun. Video dan animasi memang bisa dibuat, tetapi tetap tidak bisa menggantikan tulisan itu sendiri. dengan kata lain ketrampilan untuk menulis tetap dibutuhkan oleh siapa saja yang ingin menuangkan gagasan, pemikiran, menyampaikan informasi, hasil penelitian, atau sekedar ingin menuliskan cerita fiksi yang ada dalam pikirannya.

Begitupun dengan keadaan Lumbung Sumber Daya yang ada di SPPQT. LSD sebagai garda depan dalam rangka membangun keberdayaan pemuda dari keluarga tani diharapkan memiliki kader yang memiliki ketrampilan menulis. Hal ini bertujuan agar informasi yang ada di dalam maupun sekitar LSD bisa dituliskan, begitu juga ketika ada banyak pemikiran, gagasan dan karya dari kader-kader LSD, akan ada yang menuliskannya.

Kenyataannya menunjukkan bahwa menulis lebih dari sekedar kemampuan dan kemauan. Menuliskan membutuhkan ketrampilan dalam mengelola dan membangi tenaga/kekuatan dalam diri seseorang. Tenaga dan kekuatan itu kemudian terbagi atas membangun kerangka berpikir, membangun motivasi untuk menulis, serta kegiatan mengasah ketrampilan untuk menulis itu sendiri. Tanpa managemen yang jelas maka kegiatan menulis hanya akan menjadi angan-angan saja.

Pada kenyataannya hingga saat ini hasil tulisan yang ada di media yang dimiliki SPPQT ataupun di Caping sendiri masih sedikit. Upaya-upaya untuk menulis sudah tumbuh dalam tahun-tahun terakhir. Akan tetapi hasil yang ada serasa belum sepadan dengan investasi yang diberikan oleh organisasi atas program ini.

Peristiwa-peristiwa yang terjadi di paguyuban masih sangat jarang yang terekspos dalam media. Berita-berita di paguyuban belum sepenuhnya tertukarkan dengan berita dari paguyuban lain. informasi yang ada dan terjadi juga belum terbagi rata minimal di 20 paguyuban yang selama ini mengimplementasikan program LSD.

Pokok persoalannya adalah menulis belum menjadi budaya dan strategi untuk mengefektifkan perjuangan dalam rangka memberdayakan masyarakat tani. Menulis masih dianggap sebagai sesuatu yang sulit dilakukan, merepotkan dan tidak efektif sebagai alat perjuangan. Bagi sementara pegiat menulis masih dikira sebagai tidak penting, membuat pusing dan buang-buang waktu. Mereka lebih percaya bahwa perjuangan lebih efektif lewat lobi-lobi dan broker, memprihatinkan.

Dengan demikian bahwa menulis harus digalakkan agar efektif dan familier sebagai sebuah alat perjuangan, harus segera dimulai. Menulis sebagaimana telah disediakan sarana dan prasaranannya oleh organisasi, memang harus dimulai, dan diyakini sebagai salah satu strategi perjuangan yang efektif berjangka panjang.
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :