SI PEDAS YANG MENGUNTUNGKAN



                               Salatiga Caping – Minggu (30/12) Harga cabe yang semakin naik menjadikan ketertarikan sendiri bagi ibu Bakiyatus Sholikha untuk beralih tanam dari padi kecabe.Pemasaran yang mudah ,pengolahan yang  tidak membutuhkan banyak biaya dan proses yang tidak sulit, membuatnya menanam tanaman yang dikenal pedasnya ini . Lebih kurang sudah selama enam bulan ini ibu Bakiya menanam cabe dan sudah beberapa kali panen.Dulu yang pada awal panennya ia menjual dengan harga Rp.5.500/kg sekarang ia bisa menjual  Rp.11.000/kg  atau dua kali lipat dari harga semula.
                             Dalam setiap minggunya bu Bakiya dapat memperoleh 40 kg cabe dan ia dapat menjualnya sendiri ke pedagang di pasar terdekat. Selama melakukan perawatan ia hanya melakukan penyemprotan dua kali dan beberapa kali pemupukan dalam jangka waktu enam bulan. Penyemprotan ini dilakukan untuk menghilangkan hama lembing dan walang sangit yang menjadi ancaman bagi tanaman cabe.
                              “Pembenihan dan penyemprotan saya melakukan sendiri di rumah di desa Krasak“ KatabuBakiya .Setelah pembenihan di rumah kemudian ia menanam  di sawahnya yang berada yang berada di Kalibening. Dalam pengolahan lahan bu Bakiya tidak mengalami kesulitan  yang berarti karena hanya dengan menggaru dan menjadikan larik-larik sehingga mudah dalam penanaman .Tanaman cabe juga tidak membutuhkan terlalu banyak air sehingga tidak harus dialiri air secara terus-menerus .Beberapa petak sawah yang tidak begitu lebar milik bu Bakiya , ternyata dapat memberikan keuntungan yang menggiurkan.
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :