Menghafal Al Qur’an Itu Asyik


Allah menciptakkan manusia mempunyai kelebihan yang sangat menakjubkan dan mengagumkan yaitu akal. Sesungguhnya ia (akal) adalah mukjizat dan ciptaan Allah adalah bukti keagungan Dzat Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Manusia sangatlah beruntung jika dibandingkan makhluk-makhluk Allah lainnya. Kemampuan yang dimiliki manusia sangat luarbiasa terutama dalam hal menghafal. Kita sebagai hamba yang sangat mulia kedudukanya di hadapan Sang Khalik, “pernahkah anda berpikir tentang hidup yang telah berjalan  selama ini sudah menjadi hambanya yang taat atau justru sebaliknya?.” Jika selama itu yang terjadi, berarti kita harus bisa melawan segala sesuatu yang buruk dengan cara lebih mendekatkan diri kepada Dia Sang Pencipta. Banyak hal yang bisa membuat kita lebih dekat dengan Allah contohnya, mencoba untuk mengenalkan diri kita melalui kata-kataNya. Menghafal, mempelajari, memahami Al Qur’an adalah perintah Allah yang harus kita jalankan untuk bekal menuju surga.
Yang terpenting dalam hidup tni untuk mencapai kehidupan yang hakiki harus memiliki kesungguhan, tekad dan kegigihan yang kuat. Dengan ilmu yang Allah berikan kepada kita, maka sesuatu yang tersembunyi dapat tersingkap; segala urusan menjadi jelas, hingga segala sesuatu yang memliki hak diberikan sesuai dengan haknya. Maka dari itu, hendaknya kita harus bisa meluangkan waktu untuk menghafal Al Qur’an. jika mau merenung, tanpa disadari banyak waktu luang kita terlewatkan dengan kegiatan  yang tidak memberi keutungan dalam hidup. Oleh kerena itu, dengan hafal Al Qur’an tidak akan merugikan kita selama masih ada kehidupan ini. Dalam sebuah hadits mengatakan : “Dari Mu’adz Al-Juhanni r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa membaca Al Qur’an dan mengamalkannya apa yang terkandung di dalamnya, maka kedua orangtuanya akan dikenakan mahkota pada hari Kiamat yang cahayanya melebihi cahaya matahari seandainya ada di dalam rumah-rumah kalian di dunia ini, maka bagaimanakah perkiraanmu mengenai orang yang mengamalkannya?” (Ahmad, Abu Dawud – At-Targhib).
Menjadi penghafal Al Qur’an yang penting adalah mempunyai niat dan keikhlasan. Sebagai pemula yang ingin mengikuti jejak orang-orang yang telah sukses menghafal Al Qur’an ada berbagai cara untuk memudahkan hafalan yaitu :                                                                                              
1.      Menghayati bentuk-bentuk visual sehingga bisa diingat kembali meski tanpa kitab.
2.      Membacanya secara rutin ayat-ayat yang dihafalkan.
3.      Mengingat-ingatnya
       Ada pun cara lain untuk menghafal dengan waktu yang singkat, apabila Anda mampu meluangkan waktu 4,5 jam setiap hari, dengan izin Allah, Anda akan mampu menghafal lima halaman dalam satu jam. Jika cara itu bisa berjalan dengan baik, maka kira-kira dalam waktu sebulan Anda bisa mengkhatamkan hafalan Al Qur’an.
Setiap manusia memiliki memori yang berbeda karena, setiap memori yang dimiliki ada yang kuat dan ada juga lemah. Begitu pula seorang penghafal Al Qur’an yang tidak semua memorinya kuat dan tajam sehingga perlu ada pengulangan setiap harinya. Menghafal Al Qur’an sangat butuh untuk konsentrasi khusus misalnya dengan cara : konsentrasi dengan memusatkan pandangan dan konsentrasi dengan mengendalikan emosi dan perasaan. Hendaknya hal ini dilakukan untuk mencar keridhaan Allah, mendapatkan pahala, dan mendapat deraja tinggi di surga. Untuk menjaga dan mengingat hafalan agar tidak lupa harus mengulang-ulang dan menderasnya sacara teratur.
Pasti setiap seorang penghafal memiliki variasi yang beragam dalam metode menghafalnya. Dalam hal ini kita bisa mencoba metode menghafal sebagai berikut :                                                  Metode Pertama : Metode dengan pengahafalan satu halaman dibagi menjadi tiga bagian. Ayat yang terdapat pada tiap bagian, dibaca berulang kali sampai hafal. Dan jika ketiga bagian telah dihafal, maka ketiga bagian itu disambung satu sama lainnya (sehingga menjadi satu halaman).
         Metode Kedua : Dari metode yang diajarkan oleh pengajar tahfidz di Turki yaitu, pada hari pertama, menghafal halaman pertama dari juz pertama. Pada hari kedua, menghafal halaman pertama dari juz kedua. Begitulah seterusnya, sampai sempurna semua halaman pertama dari semua juz. Ketika halaman pertama telah dihafal semua, maka kemudian menghafal halaman kedua dari juz pertama, kemudian hari berikutnya halaman kedua dari juz kedua. Begitulah seterusnya sampai Anda dapat mengkhatamkan Al Qur’an.
      Metode Ketiga : One day one ayat seperti metode yang diajarkan Yusuf Mansyur.
Tiga metode di atas tersebut agar membuat kita tidak jenuh dalam menghafal dan tetap semangat untuk menjalankannya.
Sesungguhnya, menghafal Al Qur’an adalah proyek seumur hidup, sedangkan kita tidak mengetahui berapa sisa umur yang tertinggal. Maka dari itu, hendaknya kita berlomba-lomba meraih keberhasilan, dan menggapai derajat yang tinggi.
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :